Saksi Lihat Ada Bercak Darah Didepan Kamar Terdakwa

Selasa, 13 Desember 2016 19:44 Hukum & Kriminal

Bagikan

Saksi Lihat Ada Bercak Darah Didepan Kamar Terdakwa
Febiyanti, saksi yang mengaku melihat bercak darah di depan kamar terdakwa (MG/SN)
Denpasar,Semetonnews-Seorang baby sitter bernama Febiyanti RKD Ngana dihadirkan dalam sidang kasus pembunuhan Aida Wayan Sudarsa dengan terdakwa Sarah Connor pada sidang, Selasa (13/12/2016) oleh JPU AAN Jayalantara. 

Saksi meski tercata sebagai baby sister (pengasuh bayi) pemilik Hotel Kubu Kauh (tempat terdakwa menginap) ternyata juga diberi tugas untuk ikut membersihkan pekarangan hotel. Dihadapan majelis hakim pimpinan Made Pasek saksi menuturkan, pada tanggal 17 Agustus 2016 sekitar jam 5.30 pagi saat bersih-bersih, melihat bercak darah ditangga teras depan kamar 03 tempat terdakwa bersama temanya menginap. 

"Saya lihat bercak darah, tapi hanya setetes,"sebut saksi. Hakim lalu menegaskan, apakah saksi yakin bahwa itu adalah bercak darah bukan cat atau yang lainya, saksi langsung mengiyakanya meski tidak bisa mamastikan bahwa darah itu apakah dari manusia atau bukan."Karena saya sedang bersih-besih, maka bercak darah itu langsung saya  bersihkan,"terangnya. 

"Saksi ini kan baby sister, kanapa bersih-bersih di hotel,"tanya Erwin Siregar, kuasa hukum terdakwa Sarah yang langsung dijawab saksi memang bersih-besih juga pekerhaan yang harus dikerjakannya. Saksi lalu mengatakan, sehari setelah terdakwa meninggalkan hotel, ada petugas polisi datang. Saat polisi datang, sempat menunjukan foto terdakwa dan juga foto seorang pria yang diketahui bernama Davit James Taylor (terdakwa dalam berkas terpisah).

"Saksi pernah melihat terdakwa,"tanya hakim sembari menunjuk Sarah. "Saya pernah melihat terdakwa bersama seorang pria. Tapi saya melihat sepintas dan dari jauh saja,"jawab wanita asal NTT itu. Saksi juga menuturkan, saat polisi datang ke kamar 03 yang diketahui adalah kamar  tempat terdakwa sarah dan David menginap, memang kamar belum dibersihkan.

"Kamar belum kami bersihkan, saat polisi datang masuk, tidak lama keluar dengan membawa handuk warna biru,"ujar wanitas asal NTT itu. Dalam persidangan, memang ada beberapa keterangan saksi yang disampai ada yang tidak sesuai dengan keterangan saat diperiks di polisi. 

Karena itu, hakim sempat memperingatkan saksi untuk berkata apa ayang diketahui."Saksi saya minta berkata apa yang dilihat saja, jangan menyimpulkan atau jangan mengatakan apa yang tidak dilihat,"kata Hakim Sukereni mengingatkan. 

Tak hanya hakim yang memperingatkan saksi, salah satu kuasa hukum terdakwa Sarah, Robert Khuana juga sempat mengingatkan."Saksi, kita sama-sama orang dari NTT, saksi ini sudah disumpah, jangan bohong ya. Kalau saksi berbohong, nanti Tuhan marah,"ujar Robet Khuana sambil tersenyum.MG/SN