Kesaksian Terpidana Mantan General Manager PT PSB Mengarah Adanya Dugaan Terdakwa SK Dikorbankan

Jumat, 16 Desember 2016 20:14 Hukum & Kriminal

Bagikan

Kesaksian Terpidana Mantan General Manager PT PSB Mengarah Adanya Dugaan Terdakwa SK Dikorbankan
Suasana Persidangan Kasus Korupsi Parkir Bandara, (ist-SN)

Denpasar, Semetonnews- Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Denpasar kembali menghadirkan saksi dalam persidangan lanjutan pengembangan kasus tindak pidana korupsi parkir bandara Ngurah Rai Bali, di pengadilan negeri Denpasar, Rabu ( 14 / 12 / 2016 ) lalu, dengan terdakwa Sylvia Kunthie.

Saksi yang dihadirkan adalah mantan general manager PT Penata Sarana Bali (PSB), Indra Pura Barnoza. Pria yang kini mendekam di lapas Karangasem dengan vonis 10 tahun dalam kasus yang sama, memberikan keterangan seputar alur pendapatan parkir yang dikelola PT PSB. Ia juga menjelaskan seputar audit yang dilakukan oleh Satuan Pengawas Internal PT Angkasa Pura. Termasuk juga alur setoran uang pendapatan yang telah di potong potong. "Sebagian disetor ke Angkasa Pura Sebagian ke PT PSB", ujar Indra. Namun keterangan tersebut tidak serta merta membuat majelis hakim yang diketuai Sutrisno percaya, dan iapun bertanya perihal yang menyetor uang ke direktur utama Chris Sridana. "Yang menyetor ke Cris Sridana adalah Rudy Jhonson Sitorus", jawab Saksi. 

Yang menarik saksi juga menyatakan terdakwa sebagai Manajer Keuangan sejak pertama kali dikenalkan oleh direktur utama Chris Sridana. Kuasa hukum terdakwa berusaha menegaskan bahwa jabatan tersebut tidak disertai dengan surat keputusan atau internal memo. Tidak hanya itu terdakwa pun membantah keketerangan saksi. "Saya ditunjuk sebagai manajer keuangan saat RUPS tahun 2012 setelah kasus ini muncul tanpa surat keputusan," ujar terdakwa saat diberi kesempatan oleh majelis hakim. Apa yang disampaikan terdakwa dalam bantahannya pun menyiratkan adanya pelimpahan tanggung jawab kepada terdakwa saat kasus ini mencuat sejak tahun 2011.

Pada tahun 2011, dimana SPI PT Angkasa Pura menemukan kekurangan setoran sebesar 28 miliar rupiah dari pendapatan parkir. Persidangan akhirnya ditunda usai mendengarkan keterangan saksi. Sidang akan dilanjutkan kembali pada rabu pekan depan dengan agenda keterangan saksi.(SN)