Kasus Royal :Korban Dibantai Di depan Puluhan Terapis Massage 

Kamis, 17 Maret 2016 21:47 Hukum & Kriminal

Bagikan

Kasus Royal :Korban Dibantai Di depan Puluhan Terapis Massage 
google/Semetonnews
Denpasar, Semetonnews – ‎Saksi ahli forensik dari RSUP Sanglah Denpasar, dr. Henky yang dihadirkan dalam sidang pembunuhan, Direktur Operasional Royal Palace, I Nyoman W Setia Budiarta mengatakan, korban meninggal karena kehabisan darah yang terus keluar dari luka di dada sebelah kanan. 
 
Selain itu, dihadapan majelis hakim pimpinan Edward Harris Sinaga, saksi juga mengatakan, bahwa penyebab kematian juga karena adanya luka di jantung akibat tusukan benda tajam.

"Salah satu penyebab kematian adalah terkena benda tajam yang tembus sampai ke jantung," terang saksi. 

Selain saksi ahli, dalam kasus yang menyeret tiga orang terdakwa yaitu, I Wayan Selamet, Tri Yulianto serta Made Budiarta juga menghadirkan saksi lain.

Mereka adalah Satugus Susanto umum, Rininta Amalianti, Eka Diah Ratnadi. Ketiga saksi adalah pegawai di Royal Palace. 
Saksi Rininta mengaku tidak melihat kejadian pembunuhan itu. Tapi dia mengatakan sempat melihat dua terdakwa datang menemui korban. 

“Saya lihat Tri Yulianto dan Made Budiarta menemui bapak (korban, Red), tapi saya tinggal keluar karena tidak enak,"ujarnya.

Sementara saksi Eka Diah mengatakan,  saat kejadian dia melihat langsung korban di tusuk bagian depan, dan ditebas di bagian punggung belakang oleh para terdakwa dengan menggunakan pisau. Diakuinya saat tersebut jaraknya hanya sekitar empat meter dari tempat kejadian. 

“Iya saya melihat kejadian langsung, dan tidak ada perlawanan atau teriakan minta tolong dari bapak (korban) selain jeritan terapis,” tandasnya.

(Team)‎