Ketua Dewan Pembina Baladika Ingatkan Soal Soliditas Organisasi

Senin, 26 Desember 2016 08:32 Politik

Bagikan

Ketua Dewan Pembina Baladika Ingatkan Soal Soliditas Organisasi
Jajaran pembina dan pengurus Baladika Bali saat rapat evaluasi. (Sememtonnews.com)
Denpasar, Semetonnews - Ormas Baladika Bali menggelar rapat evaluasi tahunan pada Minggu (25/12/2016) di kediaman ketua dewan pembina Baladika Bali Nyoman Gde Sudiantara alias Punglik di Jln. Yudistira nomor 31, Denpasar. Acara ini dihadiri seluruh jajaran pengurus DPD Baladika Bali dan ratusan korlap dari berbagai wilayah.

Dalam evaluasi ini masing-masing korlap memaparkan  perkembangan di wilayah masing-masing. Mulai dari perkembangan jumlah anggota sampai kegiatan yang telah dilakukan. Selama 2016 ada sejumlah kegiatan sosial dan prestasi. Seperti donor darah dan latihan beladiri. Khusus untuk beladiri pencak silat, anggota Baladika Bali berhasil menyumbangkan medali emas dalam sejumlah kejuaraan.


Pada kesempatan ini Punglik kembali mengingatkan soal semangat 
egaliter, soliditas dan satu komando Baladika Bali. Dengan memegang ketiga hal ini Baladika teruji menghadapi berbagai masalah. "Apapun masalah yang dihadapi tetap jaga soliditas, jangan sampai kita didistorsi pihak lain," kata Punglik. 

Punglik juga mengingatkan soal netralitas politik Baladika. Tidak berafiliasi ke partai manapun. Jika harus mengambil sikap akan dikomunikasikan dengan satu garis komando. "Kita tunjukkan walau berbeda semua bisa diakomodir, untuk urusan politik semuanya satu garis komando,"tegas Pungglik.

Pada kesempatan yang sama ketua umum Baladika Bali IB Sucipta alias Gus Botha mengatakan perbedaan politik bagian dari keberagaman. Sudah Jadi kesepakatan bersama jika bertarung di Pilkada adalah anggota Baladika maka wajib didukung tanpa melihat asal partainya.

Khusus untuk Pilgub Bali belum ada yang bangun komunikasi. Baladika pada prinsipnya buka pintu bagi siapa saja. Demikian pula halnya anggota Baladika yang jadi pengurus partai, silakan bangun komunikasi sesuai jalur partai masing-masing. 

"Perbedaan politik itu bagian dari dinamika. Prinsipnya Baladika ada di mana-mana tapi tidak ke mana-mana," kata Gus Botha.

Khusus untuk evaluasi tahunan Gus Botha juga menyadari seringkali anggota Baladika terlibat gesekan di lapangan dengan anggota kelompok lain. Menurutnya Baladika sesungguhnya ingin kedamaian tetap terjaga. Namun, kondisi di lapangan seringkali sulit dihindari.

"Kami prinsipnya ingin damai, tapi kalau ada yang jual ya pasti kami beli," tegas Gus Botha.


Reporter  : Robinson Gamar