De John Aktivis Tolak Reklamasi Masih Diperiksa, Massa Bertahan Di Depan Polda Bali

Rabu, 28 Desember 2016 18:15 Hukum & Kriminal

Bagikan

De John Aktivis Tolak Reklamasi Masih Diperiksa, Massa Bertahan Di Depan Polda Bali
De John, Di Ruang Pemeriksaan Subdit 1 Direskrimum Polda Bali, Rabu(28/12)(Wan-SN)
Denpasar, Semetonnews - Direskrimum Polda Bali kembali melakukan pemeriksaan terhadap salah satu aktivis Desa Adat Pasubayan,  I Made Joni Antara alias De John Putra, Rabu 29 Desember 2016. 

De John Putra disangka melanggar, pasal 24 huruf (a) Jo pasal 66 UU RI No 24 th 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta lagu kebangsaan. 



Dalam pemeriksaan pertama ini,  De John didampingi tim kuasa hukum ForBali, Made Ariel Suardana,SH., Wayan Gendo Suasana, SH,. Nyoman Yudara, SH., Valerian Libert Wangge, SH., Wayan Adi, SH,.Wayan Mudita,SH., Ni Nengah Budawati,SH., Catur Prasetyo,SH,. 

Made Ariel Suardana, SH.,mengatakan bahwa kliennya sudah menjalani pemeriksaan sebanyak 35 butir pertanyaan, dan ada pemeriksaan tambahan, pemeriksaan kali pertama ini dilakukan sejak pukul 13.00 WITA sampai dengan sore ini De John Putra masih diperiksa didalam ruang penyidik. 

Ditambahkan Ariel, kliennya diperiksa oleh subdit I direskrimum Polda Bali, "masih menjalani pemeriksaan tambahan, ada 5 pertanyaan tambahan,"jelasnya.

Selain itu, Perwakilan Desa Adat Pasubayan dan ForBali  juga turut serta mendampingi De John Putra, Pasubayan Desa Adat Tolak Reklamasi yang diwakili oleb  Bendesa Adat Buduk Ida Bagus Purbanegara, menegaskan pihaknya mengapresiasi dan menghormati hukum, namun demikian harus ada keadilan juga atas kasus serupa, "kami dari Pasubayan akan tetap mengawal, langkah polisi apapun itu kami menghormatinya, permintaan dari Pasubayan itu hanya satu ada perlakuan  yang sama dalam persoalan sejenis," tegasnya.
 
Perwakilan Desa Adat Pasubayan  dan massa ForBali dari desa adat Buduk, Sumerta, Ketewel, Kedonganan, Sanur, masih bertahan di Polda Bali hingga petang ini.(wan-SN)