6 Jam Lebih Diperiksa, 'Dejohn' Akhirnya Tidak Ditahan

Rabu, 28 Desember 2016 21:31 Nasional

Bagikan

6 Jam Lebih Diperiksa, 'Dejohn'  Akhirnya Tidak Ditahan
De John Usai Usai Diperiksa, Rabu (28/12) ( Wan-SN)
Denpasar, Semetonnews - Aktifis ForBali, I Made Joni antara alias Dejohn diperiksa oleh penyidik Ditreskrimum Polda Bali selama enam jam lebih. Dejohn dicecar 42 pertanyaan dalam dua sesi pemeriksaan. Sebenarnya, ia diperiksa 35 pertanyaan, tapi kemudian penyidik melakukan pemeriksaan tambahan dengan tujuh pertanyaan.

Tim Kuasa Hukum ForBALI, Made 'Ariel' Suardana, usai keluar dari ruang Ditreskrimum menjelaskan proses pemeriksaan selama enam jam terhadap Dejohn juga dihadiri oleh Pasubayan Desa Adat Ketewel dan Buduk, Anggota DPR RI Nyoman Dhamantra dan ratusan krama adat. 

Dijelaskan, 42 pertanyaan itu utama adalah berkaitan aktifitas oleh Dejohn selaku tersangka dalam kasus penurunan bendera. Ditambahkan, bahwa Dejohn mengaku penurunan bendera merah putih di bawahnya ialah bendera ForBali tidak ada niat melecehkan bendera atau pelecehan terhadap lambang negara.

"Dan tidak ada niat pelecehan dan pemeriksaa dilakukan secara tertib dari pertama ada 35 pertanyaan hingga 42 pertanyaan. Dan diakhiri pukul 20.10 Wita," katanya Rabu (28/12/2016).

Ariel menegaskan, bahwa apa yang dilakukan oleh Dejohn tidak ada niat sedikitpun merendahkan bendera atau lambang negara. Dan yang harus disadari, bahwa apa yang dilakukan dengan tidak pernah berniat itu adalah semata-mata untuk perjuangan membela tanah pertiwi.

"Menaikan bendera ForBali itu adalah spontan. Dan tidak ada niat. Dan kami berharap pergerakan ini tidak patah hanya karena laporan polisi," ungkapnya.

Sementara itu, dalam kesempatan ini Dejohn mengucapkan terimakasih, terhadap krama adat yang hadir di Mapolda Bali dan turut mendampingi dirinya. Ia menganggap supoport atau dikungan ini ialah bentuk sebuah persuadaraan dan bukan sekedar pertemanan. 

"Tolak Reklamasi Teluk Benoa, Tolak Reklamasi Teluk Benoa ," serunya mengakhiri ucapan pada krama adat. 



Reporter: Wawan Nike