Saksi Ungkap Fakta Terdakwa Sengaja dilibatkan dalam Kasus Korupsi Parkir Bandara Ngurah Rai

Kamis, 29 Desember 2016 01:09 Hukum & Kriminal

Bagikan

Saksi Ungkap Fakta Terdakwa Sengaja dilibatkan dalam Kasus Korupsi Parkir Bandara Ngurah Rai
Saksi Rudy Jhonson Sitorus, (ist-SN)


Denpasar, Semetonnews - Setelah sempat tertunda selama sepekan akibat tidak hadirnya saksi, persidangan pengembangan kasus korupsi parkir Bandara Ngurah Rai Bali kembali digelar di pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Rabu (29/12/2016), dengan terdakwa Sylvia Kunthie. Kali ini Jaksa Penuntut Umum menghadirkan mantan staff administrasi PT Penata Sarana Bali (PSB), Rudy Jhonson Sitorus, terpidana 10 tahun dalam perkara yang sama.

Yang menarik, pria yang kini mendekam di Lapas Porong, Sidoarjo, Jawa Timur ini mengaku mendapat tekanan dan ancaman saat akan memberikan kesaksian dalam sidang yang telah diputus pengadilan Tindak Pidana Korupsi dengan empat terpidana. Ia dipaksa untuk memberikan kesaksian berbeda agar terdakwa terseret dan terlibat dalam kasus yang dinilai merugikan Negara hingga 28 miliar rupiah ini. “Banyak pak, saya disuruh bilang bahwa bu Sylvie ke bandara buka brankas,” jelas Rudy saat majelis hakim yang diketuai oleh Sutrisno, mempertanyakan keterangan saksi yang berbeda antara berita acara pemeriksaan dengan yang diungkap di persidangan.

Saksi Rudy Jhonson Sitorus juga menerangkan bahwa ancaman dan tekanan itu dilakukan oleh sejumlah preman suruhan terpidana 17 tahun, Chris Sridana, mantan direktur utama PT PSB. Keterangan berbeda tersebut mengakibatkan terdakwa ikut terseret dalam kasus yang sempat menarik perhatian public ini. 

Bahkan dalam keteranganya, Rudy menyatakan terdakwa tidak turut serta membuka brankas dan menghitung uang hasil pendapatan parkir bandara. Ia juga mengakui bahwa yang menyetorkan sebagian uang pendapatan parkis ke rekening pribadi Chris Sridana adalah dirinya. Keterangan tersebut sangat berlawanan dengan dakwaan Jaksa Penuntut umum.

“Yang paling menarik saksi secara tegas menerangkan bahwa adanya upaya untuk mengarahkan keterangan saksi, termasuk saksi Mikael Maksi, Indra Pura Barnoza untuk menarik – narik terdakwa dalam perkara ini”, jelas Putu Gede Darmawan, kuasa hukum terdakwa bersama timnya, Thesy Octarini Siregar dan Kade Richa Mulyawati, usai persidangan.

“intinya, dengan keterangan saksi Rudy Jhonson Sitorus dalam persidangan hari ini, telah membantah uraian dakwaan jaksa penuntut umum. Salut dan sangat mengapresiasi kejujuran saksi untuk mengungkap fakta – fakta hukum dalam perkara ini,” pungkas Putu Gede Darmawan.

Persidangan akan dilanjutkan kembali pada 4 Januari 2017 pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi – saksi. (Wan-SN)