Denpasar Festival 2016 Seni Ruang Kreatifitas Warga Kota Denpasar Di Akhir Tahun

Sabtu, 31 Desember 2016 09:41 Nasional

Bagikan

Denpasar Festival 2016 Seni Ruang Kreatifitas Warga Kota Denpasar Di Akhir Tahun
The Padma (waterlily) Denpasar Festival 2016(ist-SN)
Denpasar, Semetonnews- Parade Bhineka Tunggal Ika melibatkan 200 Seniman Kota Denpasar dan prosesi melepas Matahari 2016 akan menjadi akhir dari ajang Denpasar Festival (Denfest) yang akan ditutup, Sabtu (31/12/16). Ajang tahunan ini menjadi hal yang dinanti-nanti masyarakat kota Denpasar, dan para wisatawan domestik maupun mancanegara.

Acara dalam Festival tahunan ini meliputi pembukaan berbagai pameran, kuliner, produk tekstil, pagelaran budaya, acara dari buah kreativitas masyarakat Kota Denpasar yang disupport Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota I GN Jaya Negara pada 28 Desember lalu tak pernah sepi pengunjung.

Empat Hari pagelaran Denfes yang tahun ini adalah tahun yang ke-9 dari tanggal 28-31 Desember, hari ini resmi ditutup.

Prosesi Parade Budaya pembukaan Denfes lewat inagurasi Astabrata Padmaksara dalam parade saat pembukaan Denfes Ke-9 menggambarkan ungkapan  Sang Rama sebagai sumber kekuatan luar biasa dalam membangun sumber daya manusia.

Penampilan inagurasi ini disimbolkan dalam berbagai warna-warna dari kekuatan Rama tersebut. Pelaksanaan parade budaya dan prosesi melepas Matahari 2016 tahun ini, akan dimeriahkan dengan pawai Bhineka Tunggal Ika dan dipersembahkan untuk masyarakat Kota Denpasar.

Sejak pagi hari kawasan Catur Muka menjadi arena sentral kegiatan prosesi melepas Matahari 2016 yang diawali Parade Marching Band dan pada sore harinya parade Bhineka Tunggal Ika melibatkan 200 Seniman Kota Denpasar yang juga melibatkan sanggar-sanggar tari, mulai dari usia PAUD hingga dewasa.

Menurut koordinator pawai, Nyoman Suarsa mengatakan prosesi inagurasi dimulai sejak pagi dan pada sore harinya tepat pukul 06.00 sore harinya akan digelar parade Bhineka Tunggal Ika yang melibatkan enam jenis tarian.

Yakni Bali, Betawi, Sulawesi dengan Tarian Piring, Kalimantan, Papua Tarian Berburu, dan Tarian Papakarena. Nah yang terakhir tak Kalam menarik,  penyalaan api obor yang akan diletakan diempat titik Patung Catur Muka yang dilakukan Walikota Rai Mantra.

"Penyulutan Api ini memberikan makna letupan semangat kepada masyarakat Kota Denpasar untuk menyongsong hari esok lebih baik lagi," ujar Yangpung sapaannya. Dari sulutan api diikuti menghidupkan air mancur Patung Catur Muka yang juga memberikan makna kesejukan kepada masyarakat. 


Memberikan penampilan yang apik kepada masyarakat kostum parade juga telah disiapkan dengan baik bersama para seniman Denpasar. Lewat keberagaman kostum ini juga  memberikan sebuah makna keberagaman masyarakat Kota Denpasar secara bersama-sama menyongsong semangat hari esok lebih baik lagi.

Tahun ini penampilan Denfes terus terasa berbeda karena penataan zonasi mengalami perubahan. Penonton yang datang setiap hari terus membludak, tidak hanya masyarakat Denpasar, juga wisatawan domestik bahkan wisatawan asing yang ikut berdesakan di arena Denfes.

Selain disediakan spot-spot menarik ditiap pokoknya pengunjung juga bisa mengabadikan momen-momen saat berkunjung disini,  khusus hiburan panitia menyiapkan enam panggung yang masih terkoneksi dengan stand komunitas kreatif dan usaha kecil menengah yang diakomodir pemerintah kota Denpasar (SN)