Terdakwa Pengerusakan Gembok Dituntut Ringan, Otak Pelaku Belum Ditahan.

Rabu, 04 Januari 2017 19:11 Hukum & Kriminal

Bagikan

Terdakwa Pengerusakan Gembok Dituntut Ringan, Otak Pelaku Belum Ditahan.
Rudi Hariyadi,SH Kuasa hukum terdakwa, (ist-SN)
Banyuwangi, Semetonnews -  Jaksa Penuntut Umum Kejari Banyuwangi menuntut ringan terdakwa Didit Yunanto Eko Manu, Didit didakwa melanggar Pasal 170 KUHP, Kuasa Hukum terdakwa Rudi Hariyadi, SH menilai wajar atas tuntutan tersebut.  

Jaksa Ristopo Sumedi, dalam sidang yang digelar di PN Banyuwangi, Rabu (1/4) membacakan tuntutan didepan persidangan," menjatuhkan pidana penjara selama lima bulan dipotong masa tahanan," ujar Jaksa.

Rudi Hariyadi,SH. Kuasa Hukum terdakwa merespon positif atas tuntutan jaksa ini,  "sangat patut, pasalnya klien kami adalah korban, karena tidak memiliki kehendak (niat) untuk melakukan pengerusakan,"ujar Rudi.

Dipastikan menurut Rudi,  kasus ini masih akan menyeret dua oknum pentolan LSM, mereka diduga kuat sebagai otak dari aksi pengerusakan, dan seorang Oknum Polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi yang diduga kuat turut serta mengetahui dan mengarahkan hingga terjadinya peristiwa. "dua orang ketua LSM masih belum ditetapkan, menurut keterangan saksi di persidangan ada persetujuan dari (mantan) Kapolsek Srono, Akp Ali Masduki,"terang pengacara muda ini kepada Semetonnews.

Munculnya kasus ini berawal dari Didit Yunanto Eko Manu, yang memberikan kepercayaan modal usaha kepada Untung Slamet warga Desa Gambor Singojuruh sebesar 1 M. Untung Slamet menggelapkan modal tersebut dengan membeli sejumlah asset, salah satunya Gudang di wilayah Singojuruh Banyuwangi. Upaya mediasi beberapa kali dilakukan, sayangnya gagal, tak hanya menemui jalan buntu namun arogansi muncul dari Untung Slamet. Hingga munculah ide penguasaan asset milik Untung Slamet dilakukan secara paksa dari dua pentolan LSM dan Oknum Polisi.

Reporter: Wawan Nike