Tokoh Masyarakat Minta Pemerintah Perhatikan Korban Eksekusi Kampung Bugis

Sabtu, 07 Januari 2017 20:40 Nasional

Bagikan

Tokoh Masyarakat Minta Pemerintah Perhatikan Korban Eksekusi Kampung Bugis
Lokasi Kampung Bugis Pasca Eksekusi, (ist- SN)
Denpasar, Semetonnews - Persoalan Eksekusi di Kampung Bugis, Serangan Denpasar, ternyata sudah sampai ke Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Disampaikan oleh Zainal Tayib, Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan( KKSS) dalam acara pelantikan pengurus Pertina Bali. Menurutnya laporan atas peristiwa eksekusi, ada yang keliru dimana mestinya terdapat 350 an warga namun dalam laporannya disampaikan hanya 3 kepala keluarga. 

"Saat saya ditelepon oleh Pak JK ditanya infonya cuma ada 3 warga Bugis yang jadi korban, saya bilang , rasanya banyak lebih dari itu karena saya sering ngopi dan bakar ikan disana," jelas Zainal.

Zainal Tayib sendiri keberatan jika warga kampung Bugis harus ikut program transmigrasi, menurutnya orsng bugis adalah bangsa pelaut, tidak mungkin jika harus hidup di gunung.

"Ada alternatif yang ditawarkan agar warga tersebut ikut program transmigrasi, sayangnya hal ini tidak menjadi solusi, karena warga Bugis adalah bangsa pelaut, tidak bisa hidup di gunung,"terangnya.

Ditambahkan, pria yang juga promotor tinju ini , agar pemerintah mau untuk mencari solusi, dalam persoalan tempat tinggal, menurutnya lahan perusahaan yang kosong , bisa menjadi solusi agar warga diberikan ijin tinggal layak huni. 


DPRD Bentuk Tim Investigasi Proses Eksekusi 


(Adi Wiryatama, I Ketut Sudikerta dan Zainal Tayib, saat acara Pertina Bali di Wantilan DPRD ) Sabtu(7/1).

Polemik Kampung Bugis rupanya juga menjadi perhatian Ketua DPRD Bali, Adi Wiryatama, ia menjelaskan polemik ini tidaklah seperti di pemberitaan, dimana Warga Bali usir Warga Bugis namun masalah internal, " ini masalah internal warga Bugis dan satu warga Bugis lainnya, jadi tidak seperti yang diberitakan, " ujar Adi.

Menurutnya pembentukan tim investigasi lebih cenderung karena adanya informasi kekeliruan oleh BPN, informasi mulai awal sebelum eksekusi dan hingga kini berkembang setelah eksekusi berjalan. Mengenai proses hukumnya Adi Wiryatama tidak mempersoalkan karena sudah menjadi keputusan hukum tetap, Adi menyampaikan bahwa Tim akan mengkaji proses perolehan tanah tersebut, "Tim akan bekerja melihat proses ini mulai dari awal," janjinya.

Dilansir dari Kabarnusa, Eksekusi tanah di kampung Bugis, Pulau Serangan Denpasar Bali berlangsung rusuh di mana sejumlah warga, petugas dan seorang pengacara mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. 

Eksekusi yang dijalankan Pengadilan Negeri Denpasar awalnya mendapat perlawanan warga yang tanah dan bangunan rumahnya digusur, Selasa (3/1/2017) lalu.

Sebelumnya, beberapa kali rencana eksekusi sempat gagal lantaran perlawanan warga yang mengklaim mendapatkan tanah dari pemberian Puri Pemecutan kala itu. Perlawanan dilakukan ratusan anak-anak hingga ibu-ibu duduk dan mempertahankan 36 rumah tempat tinggal mereka.

Meski demikian, petugas yang berbekal surat tugas tetap membacakan surat perintah eksekusi di hadapan ratusan warga, serta bersikukuh merobohkan bangunan dan mengosongkan isinya. Dengan alat berat, 36 rumah yang dihuni sekitar 350 warga di kampung Bugis akhirnya dirobohkan oleh alat berat.




Reporter: Wawan Nike