Bule Korban Pengeroyokan Viral di Medsos, 3 Pelaku Ini Sudah Diringkus

Kamis, 12 Januari 2017 22:06 Hukum & Kriminal

Bagikan

Bule Korban Pengeroyokan Viral di Medsos,  3 Pelaku Ini Sudah Diringkus
Tersangka Pengerotok Bule di La Pavella,(ist-SN)

Denpasar, Semetonnews - Publik Bali kembali di kejutkan dengan peristiwa pengeroyokan warga negara asing Ukraina di sebuah Bar di kawasan Seminyak, bule tersakiti tersebut diunggah di medsos dan menjadi viral.


Diketahui dari hasil penyelidikan kepolisian, bahwa korban Argam Sarkisian warga asal ukraina ini minum bersama teman temannya, tidak mau membayar minuman, karena dianggap harga yang disodorkan oleh pihak Bar La Favela, karena dianggapnya terlalu mahal. Akibatnya pihak security langsung menarik korban hingga terjadi pemukulan, seperti yang terekam di CCTV.

Korban pengeroyokan, bernama Argam Sarkisian, warga Ukraina terebut, kini  masih menjalani pemeriksaan, setelah sebelumnya menjalani perawatan, di salah satu rumah sakit di Denpasar, akibat luka di matanya.


Tak lebih dari 12 jam, Unit reserse kriminal Polsek Kuta bergerak untuk mencari pelaku, dengan di backup Unit 1 Satreskrim Polresta Denpasar, para pelaku penganiayaan inipun akhirnya diringkus di tiga tempat berbeda, sedangkan satu pelaku lain masih dalam pengejaran.


Para pelaku yang berhasil diamankan, diduga anggota salah satu ormas, tiga pelaku tersebut kini telah di tetapkan sebagai tersangka,  mereka adalah Tut De , alias I Putu Gede Septian Heriwardana, AA Ketut Agung Artawan, dan Putu Eka Nur ardiawan, saat ini para pelaku diamankan Satreskrim Polresta Denpasar,  ketiganya dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang pidana pengeroyokan, sementara itu pelaku lainnya, satu lainnya masih dalam pengejaran.


Kepala Satuan Reserse Kriminal, Polresta Denpasar, Kompol Reinhard Habonoran, menjelaskan bahwa dalam peristiwa ini, berawal dari cekcok mulut antara korban dengan karyawan bar la Favela, karena korban merasa harga minuman terlalu mahal, hingga berakibat pemukulan, meski telah terjadi mediasi antara korban dengan pihak La favela, namun hal ini tidak berpengaruh atas tindakan pidana hukumnya.


Reinhard membenarkan bahwa  peristiwa yang menjadi viral media sosial ini, saat ini menjadi atensi Kepolisian. Sebab lain, peristiwa ini cukup menyedot perhatian publik, imbas salah satunya adalah sektor pariwisata, karena Bali merupakan tujuan wisatawan mancanegara, "jika hal seperti ini polisi tidak bertindak, ini diketahui dari viral di media sosial, informasi dari polsek kuta bahwa korban sudah ada mediasi dengan pihak La Pavella,   kemarin kita sdh ke tkp kita tetap buatkan LP-nya,tkp kita police line, dan  para tersangka ada 3 orang sudah kita amankan, 1 orang masih kita kejar atas nama step,” jelasnya. (WAN-SN)