Bersaksi, David Ringankan Terdakwa Sarah

Selasa, 24 Januari 2017 23:51 Hukum & Kriminal

Bagikan

Bersaksi,  David Ringankan Terdakwa Sarah
David James Taylor saat bersaksi untuk terdakwa Sarah Connor (MG/SN)
Denpasar,Semetonnews -Sidang kasus pembunuhan Wayan Sudarsa, dengan terdakwa Sarah Connor, Selasa (23/1/2017) kembali dilanjutkan. Pada sidang kemarin, David James Taylor dihadirkan sebagai saksi (saksi mahkota). Dihadapan majelis hakim pimpinan Made Pasek, saksi sepertinya berusaha untuk menyelamatkan terdakwa Sarah yang tidak lain adalah kekasihnya. 

Dalam kesaksianya, kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal itu semua dilakukan oleh saksi. Tak hanya itu, saksi bahkan menerangkan bahwa terdakwa Sarah sejatinya juga korban penganiayaan yang dilakukan oleh korban. Saksi menuturkan, sebelum kejadian, saksi bersama Sarah sedang asik menikmati malam di pantai sembari meminum sebotol bir. 

Nah, saat saksi bersama terdakwa sedang asik berpelukan dipinggir pantai, tiba-tiba saksi melihat seseorang melintas persis ditempat sebelumnya saksi duduk bersama terdakwa. Diketahui, ditempat itu saksi mengatakan terdakwa meninggalkan sebuah tas. Puas berpelukan, saksi dan terdakwa kembali ketempat duduk sebelumnya. "Tapi saat kami sampai, tas milik terdakwa hilang. Lalu saya berusaha mencari dan bertemu dengan korban,"terang saksi melalui penerjemahnya. 

Saksi menuturkan mencari tas milik terdakwa hingga keluar dari area pantai. Saat keluar itu, saksi bertemu dengan korban dan menanyakan soal tas yang hilang."Tapi saat saya tanya, korban tidak menjawab malah terus tertawa,"terang saksi lagi. Merasa tidak mendapat jawaban, saksli lalu melakukan penggeledahan terhadap korban."Awalnya saya tidak tahu kalau korban adalah polisi karena korban menggunakan jaket warna hitan. Setelah korban mengaku bahwa dia anggota polisi, lalu saya meminta tolong kepadanya untuk membantu mencarikan tas yang hilang. Tapi korban malah terus tertawa,"terang saksi lagi. 

Masih menurut saksi, saat korban digeladah, korban melawan dan langsung mencekram saksi serta mendorong ke arah pantai. "Siapa yang lebih dahulu memukul,"tanya hakim Made Sukereni yang dijawab saksi, korban terlebih dahulu memukul."Setelah memukul saudara, apa yang terjadi,"tanya Hakim yang dijawab saksi bahwa dia langsung jatuh dan korban menindihnya."Pada saat diatas saya, saat itulah dia memukul saya dan menekan dada saya dengan tangan kiri,"terang saksi.

Merasa terdesak, saksi lalu mengambil sebuat teropong milik korban yang tergantung dileher korban."Saya ambil lalu saya pukulkan dileher korban. Pukulan pertama korban masih tidak bergerak, pada pukulan kedua baru cengkraman korban lepas dan kami langsung bergulat diatas pasir,"terang saksi. Pada saat saksi dan korban bergulat, datang terdakwa sarah dan langsung melerai perkelahian."Sarah lalu berrtanya pada saya, ada apa, lalu saya jawab ini polisi gadungan, dia tahu dimana tas kamu,"kata saksi David. "Setelah itu saya kembali melanjutkan mencari tas yang hilang. Tapi tetap saja tidak ketemu,"lanjut saksi.

Setelah mencari dan tidak menemukan apa yang dicari, saksi mengaku kembali ketempat dimana sarah berada."Saat saya kembali, saya mendengar Sarah berteriak. Saat itu saya melihat Sarah dan korban tergeletak diatas pasir,"terang saksi. Saksi lalu menuturkan melihat korban menjabak rambut terdakwa Sarah. Melihat itu, saksi lalu berusaha untuk membantu Sarah. Tapi saksi mengatakan malah rabutnya yang saat itu panjang (gimbal) juga dijambak oleh korban. Nah, untuk melepas itu saksi lalu memukul kepala bagian belakang korban dengan botol bir."Pukulan pertama korban balum melepas, setelah pukulan kedua baru korban melepas cengkraman,"kata saksi. 

Setelah itu, saksi mengaku tidak melihat Sarah. Saksi baru bertemu dengan Sarah saat saksi meninggalkan korban yang sudah tergeletak."Saya bertemu Sarah sudah berada diluar pantai. Lalu kami berusaha menghentikan tukang ojek, tapi tidak ada yang mau mengantar kami. Tujuan awal kami adalah ke kantor polisi,"pungkas saksi. Atas keterangan saksi itu, terlihat jelas bahwa, peran Sarah dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal itu hampir sama sekali tidak ada. Atas hal itu, tim kuasa hukum Sarah, Erwin Siregar dkk terlihat terus tersenyum.(MG/SN)