Maling Papan Surfing, Bule Rusia Terancam 5 Tahun Penjara

Rabu, 25 Januari 2017 00:01 Hukum & Kriminal

Bagikan

Maling Papan Surfing, Bule Rusia Terancam 5 Tahun Penjara
Oleg Beketov saat diadili di PN Denpasar (MG/SN)
Denpasar,  Semetonnews-Rupanya tidak semua orang asing alias bule yang datang ke Bali banyak duitnya. Buktinya, seorang bule asal Rusia bernama Oleg Beketov harus diadili di PN Denpasar karena kedapatan mencuri sebuah papan surfing (surfingboard) milik PT.Ksatriya Isis.
 
Sidang, Selasa (23/1/2017) masih dengan agenda pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darmawan. Dihadapan majelis hakim pimpinan Wayan Kawisada, Jaksa dalam dakwaanya memaparkan, pencurian ini terjadi pada tanggal 7 November 2016 silam sekitar pukul 19.00 Wita bertempat di Toko Rip Curl, Pertokoan Kuta Square. 

Kejadian berawal saat saksi Made Arianto yang sedang bertugas melihat ada 4 orang tamu asing."Dari 4 orang itu, 2 ada didalam dan 2 lagi ada di luar,"terang jaksa Darmawan. Dua orang tamu yang ada di dalam toko, satu orang lalu bertanya kepada penjaga toko harga papan surfing."Sedangkan 1 tamu asing lagi ada depan pintu masuk sebelah papan surfing,"terang Jaksa lagi. 

Setelah tamu asing itu, pergi, saksi melihat ada satu papan surfing yang hilang. Mengetahui ada yang hilang, saksi bersama rekanya yang juga karyawan di toko tersebut berusaha mencari ke arah selatan. Tidak lama kemudian, tepatnya 500 meter dari tempat kejadian, saksi melihat terdakwa berjalan sambil menenteng sebuah papan surfing. 

"Saksi bersama rekanya langsung mengejar dan mengamankan terdakwa. Setelah diamankan, saksi lalu memeriksa papan surfing yang dibawa terdakwa, dan ternyata papan surfing itu memang benar milik toko tempat kedua saksi berkerja,"jelas Jaksa Kejari Denpasar itu. 

Akibat perbuatan terdakwa, PT. Ksatriya Isis mengalami kerugian Rp 9,6 juta. Dan akibat perbuatanya, terdakwa dijerat dengan Pasal 362 KHUP dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara. Sementara sidang kemarin berlangsung cukup unik. Paslanya, pengacara terdakwa mendampingi terdakwa dimuka sidang tanpa menggunakan toga. Tentu saja hal ini tidak lazin karena setiap persidang, baik Jaksa maupun pengacara selalu menggunakan Toga.(MG/SN)