Ikuti Jejak Pasek Suardika ke Hanura, Sejumlah Kader Copot Jas Demokrat

Jumat, 27 Januari 2017 13:47 Politik

Bagikan

Ikuti Jejak Pasek Suardika ke Hanura, Sejumlah Kader Copot Jas Demokrat
Pasek Suardika kenakan jas Hanura kepada mantan kader Demokrat Bali. (Robi/Semetonnews)
Denpasar, Semetonnews - Langkah politisi asal Bali I Gede Pasek Suardika masuk partai Hanura ternyata diikuti kader Demokrat Bali di akar rumput. Bahkan mereka mencopot baju Demokrat di hadapan jajaran pengurus Hanura Bali pada Jumat (27/1/2017) di Restoran Kopi Made, Renon, Denpasar. Setelah mencopot jas Demokrat, mereka kemudian menggantinya dengan jas Hanura.

Hal ini dilakukan oleh sejumlah pengurus dan kader Demokrat asal Karangasem. Beberapa di antaranya masih pengurus aktif. Sebut saja Ketua PAC Demokrat Kecamatan Sidemen Negah Sudiartha, ketua PAC Demokrat Manggis Made Mustika, mantan pengurus DPC Demokrat karangasem I ketut Pasek Denia dan sejumlah kader lainnya.

"Kami keluar dari Demokrat karena merasa kecewa," kata Denia. Setidaknya ada dua hal yang membuat para kader ini kecewa. Tata kelola partai yang dinilai tidak demokratis. menurutnya dalam pemilihan jajaran pengurus seringkali menimbulka kekecewaan. Bagaimana dalam pertarungan merebut kursi ketua, pihak yang mendapat dukungan 7 suara justru kalah dari calon yang hanya mendapat dukungan 2 suara.

Selain itu kosongnya kursi anggota DPR RI dari Demokrat Bali di senayan juga memicu kekecewqan kader di akar rumput. Hal ini jelas merugikan masyrakat Bali. "Sampai sekarang kok dua anggota DPR asal Bali belum di-PAW, kasian ribuan suara rakyat Bali," katanya.  

Denia berjanji akan membawa serta gerbong besar masuk ke hanura. Konsolidasi sudah dilakukan sampai ke seluruh kader di tingkat ranting. "Yang jelas kader-kader di Karangasem menunggu," kata Denia.

Sementara itu ketua DPD Hanura Bali Made Sudartha menyambut baik kehadiran kader Demokrat yang pilih gabung ke Hanura. Pihaknya siap bekerja sama membesarkan Hanura bersama-sama dengan kader yang baru bergabung. "jadi mulai sekarang bapak-bapak jangan menyebut diri orang Demokrat lagi tapi sudah jadi bagian dari keluarga besar Hanura," kata Sudartha.

Pasek Suardika yang turut hadir dalam kesempatan ini mengatakan dirinya bergabung ke Hanura tidak bermaksud sekedar mendompleng. Hanura saat ini berada di urutan 10 nasional. Jadi tidak mungkin masuk sekedar mencari kendaraan.

"Ibarat sepakbola nyaris degradasi, tapi di situlah tantangannya," kata Pasek. Saat ini tidak kurang dari 70 politisi senayan sudah menyatakan diri bergabung. Nuansa kader 'biru' nyebrang ke Hanura kini jadi fenomena nasional.

Kosongnya dua kursi Demokrat Bali di senayan juga jadi sorotan Pasek Suardika. Karena itu Pasek mengajak seluruh kader hanura Bali untuk berjuang bersama di pemilihan legislatif tahun 2019. "Kita berjuang agar 2 kursi itu nanti direbut hanura, saya pastikan kursi dari Bali tidak akan ditelantarkan lagi," tegas Pasek.

Robi