Munarman Berdalih Bahwa Komentar Atas Aksi Pecalang Dikutip Dari Media

Senin, 30 Januari 2017 22:32 Nasional

Bagikan

Munarman Berdalih Bahwa Komentar Atas Aksi Pecalang Dikutip Dari Media
Zulfikar Ramli,(kiri) Kuasa Hukum Munarman Usai Pemerikasan Munarman, Senin (30/01)


Denpasar,  Semetonnews - Polda Bali hari ini memeriksa Munarman atas laporan dari warga atas fitnah terhadap Pecalang (keamanan adat bali). Dalam pemeriksaan ini, penyidik mengajukan 25 butir pertanyaan terhadap Munarman atas pernyataannya yang dimuat dalam video yang diunggah oleh FPI tv.


Terlapor yang juga menjadi Sekjen FPI ini masih berstatus sebagai Saksi. Munarman diperiksa dengan didampingi 11 orang pengacara di Polda Bali. Menurut Ida Bagus Mayura, Kuasa Hukum Munarman, kliennya masih berstatus sebagai pengacara, sehingga apapun bentuk status hukum kliennya, nantinya harus menunggu persetujuan dari PERADI (Persatuan Advokat Indonesia), sebagai organisasi tempat Munarman bernaung sebagai pengacara. 


Namun rupanya penyidik tidak lagi berpegang pada hal ini, dikonfirmasi terpisah oleh  Semetonnews.com penyidik mengatakan bahwa akan tetap berpegang pada alat bukti yang disodorkan oleh pelapor dan saksi saksi. “ Tidak ada itu, kan alat bukti yang menjadi pegangan kita,”kata nara sumber tersebut.


Terkait dengan kesaksian Munarman, salah satu kuasa hukum lainnya, Zulfikar Ramli mengatakan, bahwa kliennya tidak menerima surat panggilan tentang kasus ini, Ramli mengatakan bahwa kedatangan Munarman hari ini, adalah bentuk sikap baik, kliennya merespon, namun ditanya lebih lanjut mengenai bukti apa yang membuat pihak kuasa hukum mau membela Munarman, padahal telah jelas bahwa kliennya menyebarkan fitnah saat berdialog di kantor Kompas, ia mengelak bahwa tidak bisa semua dibeberkan, "

kita udah cukup klarifikasinya,  tidak bisa kita buka semua,  kita sudah datang berniat baik,”ujarnya. 


Bantahan kuasa hukum yang menyebut bahwa surat panggilan tidak pernah diterima oleh Munarman, dibantah keras oleh Kabidhumas Polda Bali, AKBP. Hengky Widjaja, ia menyesalkan pernyataan ini, menurutnya pihaknya sudah mengirimkan sebanyak dua kali surat panggilan terhadap terlapor. "Surat Laporan tersebut di terima oleh munarman pada tanggal 25 Januari 2017,”katanya.


Ia menambahkan, “Kita membagi tim ada 30 orang, tim disebar untuk mengawal kasus ini, terbagi di Jakarta, Malang, dan Bali, panggilan pertama sudah kita layangkan, tidak datang, lalu panggilan kedua, baru yang bersangkutan datang,”jawabnya.


Mengenai hasil pemeriksaan hari ini, pihak Polda Bali menjelaskan bahwa semua kemungkinan pasti ada, termasuk penetapan tersangka, namun hari ini semua keterangan masih didalami oleh Polisi, karena dari keterangan yang dilakukan penyidik, Munarman berkilah bahwa ia mengutip dari media terkait dengan aksi pelemparan rumah warga oleh pecalang tersebut.


Kabid humas kembali menegaskan, penyidik masih mempelajari hasil keterangan, "untuk hasil keterangan masih di pelajari, dari keterangan Munarman ini sedang kita pelajari, dia menyebut/ mencuplik dari media, nah media nya apa ini masih kita pelajari, media hoax atau bukan,”jelasnya. (Wan-SN)