Munarman Kabur Dari Awak Media, Tidak Butuh Upaya Damai Kepada Warga Bali

Selasa, 31 Januari 2017 00:53 Nasional

Bagikan

Munarman Kabur Dari Awak Media,  Tidak Butuh Upaya Damai Kepada Warga Bali
Ferry Firman Nurwahyu, Kuasa Hukum Munarman, Senin (30/01)
Denpasar,  Semetonnews - Aksi saling kejar terjadi di halaman belakang Direskrimsus Polda Bali, Senin (30/1/2017) malam, antara Wartawan dengan Munarman,  tak seperti biasanya Munarman yang terkenal galak di depan media, kali ini terus berlari menghindar kejaran juru warta.  

Disela kuasa hukumnya memberikan, keterangan kepada awak media, Munarman yang diperiksa di lantai 3 Ditreskrimsus Polda Bali,  tiba tiba melintas melewati pintu samping, tak berselang lama sejumlah awak media pun mengejar,  Munarman yang mengenakan pakaian batik terus menghindar masuk ke mobil. 

"Banci Lu, " kata salah satu wartawan, karena kesal tak mendapatkan konfirmasi. Munarman diperiksa atas ungkapannya di kantor Kompas Grup,  dimana ia menanyakan atas perilaku pecalang di Bali yang melarang orang sholat jumat dan melempari rumah umat Islam,  hal ini kemudian memicu reaksi dsri sejumlah organ lintas agama,  Sandhi Murti,  Patriot Garuda Nusantara, Nahdlatul Ulama, Pecalang,  Baladika Bali,  serta ormas lainnya.  

Sementara Kuasa Hukum terlapor,  mengatakan bahwa klienya hari ini melakukan konfirmasi kepada petugas,  atas ucapannya saat di kantor kompaa tersebut,  Ferry Firman Nurwahyu,  kepada awak media mengatakan bahwa klienya hanya mengutip berita dari empat media, salah satunya Republika.  

"cyber online yaitu Republika,  yang tiga lainnya tidak hafal saya,  sedangkan media lainnya,  menulis pecalang melempari rumah warga, " ujar Ferry. 

Atas panggilan Penyidik Polda Bali, Ferry yang juga Kuasa hukum Eko Patrio mengatakan Munarman datang karena memenuhi panggilan,"secara institusi dipanggil kita datang,  makanya kita jelaskan,  tujuan dia datang ke kompas grup melakukan klarifikasi dan menggunakan hak jawabnya,  sebelumnya ada empat media yang beritakan negatif,  sehingga klarifikasi kesitu, " jelasnya. 

Tidak perlu minta maaf,  saat ditanya soal upaya perdamaian pihak kuasa hukum justru mengaku bahwa tidak ada upaya itu,  karena ini sudah masuk ranah hukum,  "kalau kita minta maaf,  ke siapa,  Pecalang yang mana,  kan banyak pecalangnya, " pungkasnya. (Wan-SN)