Muskot PPMI Bali Berjalan Ketat

Selasa, 31 Januari 2017 01:40 Budaya & Pendidikan

Bagikan

Muskot PPMI Bali Berjalan Ketat
TERPILIH : Bagus Mas resmi menjabat sebagai Sekjend PPMI Bali kemarin.
Denpasar, Semetonnews  - Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Bali menggelar Musyawarah Kota (Muskot) 2017 untuk pemilihan Sekretaris Jenderal (Sekjend) untuk masa jabatan 2017-2019. Muskot yang digelar di Kampus Fakultas Pertanian pada Senin (30/1) pukul 14- 22.00 ini diikuti oleh 6 Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang tergabung dalam PPMI Bali.

Lembaga yang tergabung diantaranya LPM Kertha Aksara dari Fakultas Hukum, LPM Klorofil Fakultas Pertanian Udayana. Selanjutnya ada LPM Brahmastra dari Kampus IHDN Denpasar, LPM Garis Kampus UNHI Denpasar, LPM Mandiri Kampus Politeknik Negeri Bali dan Unit Pelaranan dan Jurnalistik Mahasiswa Universitas Warmadewa.

Sidang yang dipimpin oleh Presidum Diah Chandra dari LPM Kertha Aksara ini membahas tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PPMI Bali, Kode Etik Persma, rekomendasi untuk kinerja PPMI Bali kedepan dan Pemilihan Sekjend. "Kami mempersiapkan acara ini sudah dua minggu. Ini penting untuk memajukan persma kedepan," ujar Cok Agung Semara Dalem selaku ketua panitia acara kemarin.

Dalam agenda tertinggi PPMI Bali ini, ada dua calon Sekjend yakni Bagus Putra Mas Suwarjana dari LPM Brahmastra dan Yoko Sunarmayasa dari LPM Kertha Aksara untuk menggantikan Sekjend sebelumnya, yaknk Kadek Suardana dari LPM Garis. 

Masing-masing LPM yang tergabung masing-masing memiliki satu suara. Pemilihan berjalan cukup seru. Tahap pemilihan pertama sama-sama memiliki 3 suara. Namun akhirnya, setelah dilakukan pemilihan ulang pada pemutaran kedua dimenangkan oleh Bagus Putra Mas dengan 4 suara, sedangkan Yoko Sunarmayasa mendapatkan 2 Suara.

Sebagai sekjend terpilih akan memegang jabatan selama 1 tahun 4 bulan ini mengaku sebagai amanah untuk memajukan Pers Mahasiswa di Bali. "Pers mahasiswa di Bali tidak bisa dianggap dipandang sebelah mata. Mereka merupaka bagian dari perubahan bangsa ini. Meningkatkan kualitas para pegiat mahasiswa ini tugas pertama kami," terangnya.

Lanjutnya, Mahasiswa angkatan 2014 ini berharap juga ke depan tidak hanya 6 LPM saja yang tergabung, melainkan LPM lainnya di Bali yang masih aktif ikut bergabung. "Yang tidak aktif, kami akan berusaha untuk membangkitkannya kembali. Ini tugas PPMI sebagai wadah pers mahasiswa," harapnya.

Selain itu, untuk didataran lokal, PPMI Bali masih memfokuskan diri untuk ikut serta bergerak terkait persoalan isu lokal yang sedang berkembang seperti isu lingkungan dan Hak Asasi Manusia (HAM) di Bali. (PPMI)-SN)