Jadi Saksi Mahkota, Sarah Pertegas Kesaksian David

Selasa, 31 Januari 2017 07:41 Hukum & Kriminal

Bagikan

Jadi Saksi Mahkota, Sarah Pertegas Kesaksian David
Sarah Connor (dok/SN)
Denpasar,Semetonnews-Setelah minggu lalu terdakwa David James Taylor bersaksi untuk terdakwa Sarah Connor, pada sidang, Senin (30/1/2017) giliran Sarah yang bersaksi untuk kekasihnya itu. Memang saat David bersaksi untuk Sarah, tidak ada keteranganya yang menyebut Sarah ikut andil dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan Wayan Sudarsa, seorang anggota polisi tewas itu. Dan kali ini, Sarah mempertegas kesaksian David tersebut.

Atas pengakuan David itu, banyak pihak menilai, bahwa, David sengaja melindungi Sarah.  Namun saat Sarah bersaksi untuk David, apa yang diterangkanya sama persis dengan keterangan David. Sarah mengatakan, kejadian penganiayaan yang terjadi di Patai Kuta, 17 Agustus 2016 silam itu terjadi berawal saat Sarah kehilangan sebuah tas ketika keduanya sedang asik berpacaran. 

Mengetahui tas Sarah hilang, terdakwa David langsung berlari keluar pantai."Saat itu saya melihat David sedang berbicara dengan seseoang diluar pagar pantai,"jelas Sarah dimuka sidang, Senin (30/1/2017). Tidak lama kemudian, saksi Sarah mengatakan, terjadi berkelahian antara David dengan orang yang diajak bicara tadi yang belakangan diketahui adalah koban Wayan Sudarsa. 

"Mereka berguling-guling dipasir, dan akhirnya saya datang dan melerai,"tegas Sarah dihadapan majelis hakim pimpinan Dr.Yanto. Sarah berhasil melerai perkelahian, dan David kembali meneruskan mencari tas yang hilang. Tapi, saat David meneruskan mencari tas yang hilang, Sarah mengaku mendapat perlakuan yang kasar dari korban. 

"Rambut saya dijambak dan tangan saya digigit,"aku Sarah. Kemudian masih menurut Sarah, terdakwa David datang dan membantunya dengan menarik tangan korban."Kemudian saya melihat David memukul kepala korban dengan menggunakan botol bir hingga korban tak sadarkan diri,"ungkap Sarah. 

Setelah korban tak sadarkan diri, Sarah bersama David meninggalkan pantai menuju penginapan dengan berjalan kaki. Tapi sebelum pulang ke penginapan, mereka sempat bertemu dengan seorang pengendara motor."Kami minta untuk diantarkan ke kantor polisi, tapi pengendara moto itu menolak,"tegas Sarah. (MG/SN)