Dua Pemilik Spa Plus-Plus dan Satu Anak Buahnya Jadi Terdakwa di PN Denpasar

Rabu, 01 Februari 2017 00:56 Hukum & Kriminal

Bagikan

Dua Pemilik Spa Plus-Plus dan Satu Anak Buahnya Jadi Terdakwa di PN Denpasar
Tiga terdakwa kasus pijat plus-plus (MG/SN)
Denpasar,Semetonnews-Dua pemilik Spa (panti pinjat) Alexa bernama I Made Surata (47) dan Kristinawati (35) nampaknya benar-benar bernasib apes. Bagaimana tidak, untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya karena membuka Spa tanpa izin dan memberikan layanan plus-plus kepada pengujung, mereka harus diadili di PN Denpasar, Selasa (31/1/2017).

Padahal di Denpasar ini, banyak bertaburan Spa yang melayani pijat plus-plus atau yang lebih dikenal dengan sebutan happy ending. Tak hanya pemilik, seorang kasir bernama Wastitik alias Nita (37) yang bertugas menemui pelanggan pun juga menjadi terdakwa dalam perkara ini.

Dihadapan majelis hakim pimpinan Dr. Yanto, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua orang saksi yaitu saksi Polisi bernama Edy Sutrsino dan saksi pengunjung. Dimuka sidang, saksi Edy menuturkan, penggerebekan terhadap Alexa Spa yang beralamat di Jalan Glogor Carik Gang Panda No. 4 dilakukan pada tanggal 11 November 2016 sekitar pukul 18.30 Wita. 

"Kenapa sampai dilakukan penggerebakan,"tanya Hakim Dr. Yanto kepada saksi. Ditanya begitu saksi menjawab, penggerebekan dilakukan karena pihaknya menerima laporan dari masyarakat yang menyebut bahwa Alexa Spa menyediakan pijat plus-plus (sampai berhubungan badan). 

"Apa yang saksi dapatkan saat melakukan penggerebakan, apakah sama dengan laporan yang diterima,"tanya Hakim Dr. Yanto lagi."Iya, kami dapatkan ada tiga pelanggan sedang berada dalam kamar, dan mereka sedang menikmati layanan plus-plus,"terang saksi polisi. 

Selain menyediakan layanan plus-plus, ternyata Alexa Spa juga tidak mengantongi izin resmi dari Dinas Pariwisata Kota Denpasar. Hal ini dibenarkan oleh kedua pemilik Spa terebut."Berarti Spa ini tidak membayar pajak ya,"tanya Hakim yang dijawab dengan aggukan kepala oleh kedua pemik Spa terebut. 

Atas pebuatan itu, ketiga terdakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Putu Gede Darmawan Hadi dijerat dengan Pasal 506 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Jaksa mendakwa mereka melakukan atau menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbuatan cabul orang lain dengan orang lain dan menjadikan sebagai pencarian atau kebiasaan.(MG/SN)