Jaksa Hadirkan Dua Saksi Ahli Forensik

Rabu, 01 Februari 2017 01:04 Hukum & Kriminal

Bagikan

Jaksa Hadirkan Dua Saksi Ahli Forensik
dr. Dudut Rustyadi (MG/SN)
Denpasar,Semetonnews-Sidang kasus pembunuhan polisi bernama Wayan Sudarsa, dengan terdakwa Sarah Connor, Selasa (31/1/2017) kembali dilanjutkan. Sidang kemarin mengagendakan keterangan saksi ahli forensik dari RSUP Sanglah Denpasar. Ada dua saksi ahli yang dihadirkan. Yang pertama adalah dr. Dudut Rustyadi dan dr. Hengky. 

Diketahui, dr. Dudut adalah dokter yang memeriksa sekaligus memimpin jalanya otopsi terhadap jenasah Wayan Sudarsa. Dihadapan majelis hakim pimpinan Made Pasek, dr. Dudut memaparkan, penyebab kematian korban adalah adanya pendarahan di batang otak. 

Pendarahan itu terjadi karena adanya kekerasan benda tumpul dibelakang kepala korban."Ada sejumlah luka, baik luka lebab maupun luka robek akibat benturan dengan benda tumpul dibagian kepala dan wajah korban,"terang dokter yang bertugas di RSUP Sanglah, Denpasar itu. 

Namun, dr. Dudut tidak bisa mamastikan beda tumpul apa yang digunakan untuk memukul korban. Atas keterangan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Ariani lalu mengaitkan dengan barang bukti berupa botol bir dan sebuah teropong milik korban. Kedua bendua ini, menurut pengakuan David James Taylor adalah benda yang digunakan untuk memukul korban. 

"Apakah jika dipukul dengan botol bir dan sebuah teropong bisa menyebabkan luka seperti yang alami oleh korban,"tanya jaksa Kejari Denpasar itu yang dijawab oleh saksi bisa. Sebab, selain luka lebab, dibagian wajah dan kelapa korban juga ditemukan luka robek. "Bisa jadi luka robek pada tubuh korban disebabkan oleh botol bir yang pecah,"jawab Saksi. 

Sementara dr. Hengky sempat melakukan pemeriksaan terhadap terdakwa Sarah membenarkan bahwa dibeberapa tubuh terdakwa ditemukan adanya kekerasan tumpul berbentuk oval sebanyak 42 titik."Namun saksi tidak bisa memastikan apakah itu luka bekas gigitan yang dilakukan korban terhadap Sarah. Saksi hanya mengatakan, luka itu berbentuk oval,"tegas Robert Khuana, salah satu kuasa hukum terdakwa Sarah.(MG/SN)