Dugaan Percakapan Porno Rizieq-Firza Di Proses Polisi

Rabu, 01 Februari 2017 08:23 Nasional

Bagikan

Dugaan Percakapan Porno Rizieq-Firza Di Proses Polisi
Screenshoot Dugaan Percakapan Riziq Sihab dan Firza Husein(net-SN)
Jakarta, Semetonnews - Polda Metro Jaya, telah menerima dan memproses laporan dari masyarakat terkait kasus beredarnya foto atau video berisi percakapan diduga antara Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab, dengan seorang perempuan Firza Husein. Foto atau video yang bermuatan konten (kata-kata & gambar pornografi ) telah beredar di media sosial selama beberapa hari terakhir.

"Ya, kita sudah terima laporan dari masyarakat dan kemudian tindak lanjut dari kepolisian yang pertama adalah kita akan mengecek konten-konten atau akun-akun yang ada," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Selasa (31/1).

Ia melanjutkan, penyidik juga akan memeriksa siapa saja orang yang ada di dalam konten. "Kita akan memeriksa semua yang ada di konten itu. Pada konten itu ada siapa, orang-orangnya kita periksa semua," ungkapnya.

Ia menyampaikan, Aliansi Mahasiswa Pornografi melaporkan kasus itu terkait Undang-undang Pornografi dan ITE, Senin (30/1) kemarin. "Dari masyarakat itu ingin menanyakan pada kepolisian ada konten itu. Minta tolong untuk dicek karena itu merupakan suatu tindak pidana," katanya.

Sementara itu, dilansir dari Beritasatu, Anggota Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Kapitra Ampera, menilai beredarnya foto berisi percakapan diduga antara Rizieq dengan Firza di What's App itu merupakan bentuk kriminalisasi terhadap kliennya.

"Ada jelas kriminalisasi dan penghancuran Habib Rizieq. Ini penghancuran hak personal Habib Rizieq. Ini saya meyakini, perbuatan ini terstruktur dan sistematis. Ini bukan hanya dijatuhkan satu orang, tapi terstruktur, sistematis dan masif," katanya.

Ia menuturkan, tim kuasa hukum berencana akan melaporkan kasus itu ke Bareskrim Mabes Polri dalam waktu dekat. Namun, pihaknya akan melakukan investigasi dan mengumpulkan data terlebih dahulu.

"Nanti kami laporkan. Kan ini bicara hukum, fakta dan bukti. Tapi kami sudah mengumpulkan data sebanyak-banyaknya. Sudah menginvestigasi. Kami nggak bermain isu, kita main data dan fakta," ucapnya.

Kapitra pun membantah, kalau percakapan itu dilakukan Rizieq karena kliennya sudah tidak memegang telepon genggam lagi sejak aksi unjuk rasa 4 November 2016. Sebab, diduga teleponnya telah dikloning orang yang tak bertanggungjawab.

"Habib Rizieq sejak 411 itu tak pernah lagi pegang telepon. Habib Rizieq itu menganggap teleponnya sudah dikloning pihak-pihak tertentu, sehingga dia nggak punya telepon lagi. Yang pegang telepon hanya istrinya. Kalau ingin telepon dia pinjam punya ajudannya. Itu tak mungkin ada telepon Habib Rizieq. Bahasanya juga sangat vulgar dan preman yang tidak mungkin bahasanya Habib Rizieq," tandasnya.(Bs/SN)