Kena OTT, Kepala Desa, Kelian Dusun dan Kelian Subak Diadili

Rabu, 01 Februari 2017 23:33 Hukum & Kriminal

Bagikan

Kena OTT, Kepala Desa, Kelian Dusun dan Kelian Subak Diadili
Gede Narayana, kuasa hukum salah satu terdakwa (Ist/SN)
Denpasar,Semetonnews-Tiga orang  terdakwa yang ditangkap oleh Tim Saber Ditreskrimum Polda Bali melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Desa Tulikup Kabupaten Gianyar karena diduga terlibat pungli pengurusan sertifikat tanah, Rabu (1/2/2017)  menjalani sidang perdana, di Pengadilan Tipikor, Denpasar. 

Mereka yang menjadi terdakwa itu adalah  I Nyoman Pranajaya (Kepala Desa Tulikup), I Gusti Ngurah Oka Mustawan (Kelian Dusun Banjar Menak) dan I Gusti Ngurah Raka yang menjabat sebagai Kelian Subak Siyut Gianyar. 

Sidang masih dengan agenda pembacaan dakwaa Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Wayan Suardi dan Megawati. Dalam dakwaan yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan Made Sukereni memaparkan, Ketiga terdakwa didakwa melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum. 

Selain itu, ketiganya juga diduga telah menyalahgunakan kekuasaan, memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar atau menerima pembayaran dengan potongan. Atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri. Dalam dakwaan juga disebut menyebut, ketiga terdakwa ini diduga melakukan pungli dalam pengurusan sertifikat tanah. 
 
Perbuatan ketiga terdakwa diatur dan diacam pidana dalam Pasal 12 huruf e Undang Undang RI No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang - Undang RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi yo Pasal 55 ayat (1) KUHP. 

Atas surat dakwaan JPU, ketiga terdakwa melalui masing - masing penasihat hukumnya mengajukan keberatan atau eksepsi. Sidang pun akan kembali digelar pekan depan dengan agenda pengajukan eksepsi dari para terdakwa. "Kami mengajukan eksepsi pada sidang pekan depan,"ujar Gede Narayana, kuasa  hukum salah satu dari ketiga terdakwa. (MG/SN)