Divonis Cukup Ringan, Bule Jerman Langsung Menerima

Kamis, 02 Februari 2017 18:16 Hukum & Kriminal

Bagikan

Divonis Cukup Ringan, Bule Jerman Langsung Menerima
Benjamin Bailer (kanan)
Denpasar,Semetonnews-Seorang bule asal Jerman bernama Benjamin Bailer yang diseret ke Pengadilan karena diduga mencoba memproduksi Narkoba jenis sabu-sabu, bernasib mujur. Bagaimana tidak, meski saat dilakukan penangkapan, ditemukan sejumlah alat pembuat sabu, tapi terdakwa divonis ringan. 

Tak hanya itu, dari keterangan sejumlah saksi yang dihadirkan, terungkup pula bahwa terdakwa memiliki alat peracik sabu dan mencoba meracik sabu dengan belajar dari internet. Namun, majelis hakim dalam amar putusnya menyatakan terdakwa terbukti menyimpan narkotika. 

Atas hal itu majelis hakim pimpinan Ekstar Oktavi hanya menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun dan 8 bulan. Majelis menyatakan terdakwa terbukti secara tanpa hak menyimpan narkotika jenis sabu-sabu. Perbuatan terdakwa sebagaimana tertuang dalam Pasal 112 ayat (1) UU RI. No. 35 tahun 2009 Tentang Narkotika. 

Selain dihukum penjara, terdakwa oleh majelis hakim juga diganjar dengan hukuman denda Rp 1 miliar."Apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 3 bulan,"kata Hakim Ekstar Oktavi. Vonis hakim ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Paulus Agung yang sebelumnya menuntu terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun.
 
Atas vonis ringan itu, terdakwa yang didampingi kuasa hukum Bernardin dkk, langsung menyatakan menerima, begitu pula dengan Jaksa Paulus yang juga langsung menyatakan menerima. Dengan demikian, vonis yang dijatuhkan hakim bersifat tetap.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa Benjamin Bailer (38) kedapatan menyimpan SS dan memiliki alat untuk meracik SS. Saat jaksa menghadirkan saksi petugas dari BNNP Bali bernama Ketut Puja diungkapkan saat dilakukan penangkapan, petugas berhasil mengamankan dua paket SS seberat 0,71 gram yang ditemukan di samping meja dalam kamar terdakwa di lantai dua. Ditemukan juga, alat-alat untuk membuat SS. 

Terdakwa memiliki alat-alat untuk meracik SS, karena ingin mencoba membuat untuk digunakan sendiri. Sedangkan cara membuatnya terdakwa belajar dari internet. Selain menemukan alat-alat peracik sabu-sabu, saksi juga mengatakan, dalam kamar terdakwa, petugas menemukan bahan-bahan kimia (prekursor).
 
Penangkapan terdakwa bermula dari hasil penangkapan Vicky Monaro (terdakwa dalam berkas terpisah) yang terlebih dahulu ditangkap petugas BNN. Vicky saat ditanya mengaku mendapat barang dari terdakwa secara gratis sebanyak dua klip dengan berat 1,12 gram netto.
 
Dari informasi itulah, petugas lantas meringkus terdakwa di kediamannya dan berhasil menemukan dua klip sabu-sabu seberat 0,71 gram. Terdakwa yang tidak memiliki izin dari pihak berwenang untuk memiliki, menyimpan dan membuat sabu-sabu itu akhirnya digiring petugas ke polisi.(MG/SN)