Mantan Wartawan Ini Pakai Hasish Untuk Hilangkan Trauma

Minggu, 05 Februari 2017 22:29 Hukum & Kriminal

Bagikan

Mantan Wartawan Ini Pakai Hasish Untuk Hilangkan Trauma
Terdakwa David Fox Matthew (baju putih)
Denpasar,Semetonnews- Seorang warga negara Inggris bernama David Fox Matthew (55) yang menjadi terdakwa dalam kasus hasish, kambeli dihadapan pada persidangan. Dalam sidang pimpinan hakim Edwrd Djong, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua orang saksi polisi. 

Dalam kesaksianya, saksi polisi bernama Cok Putra menjelaskanya, tertangkapnya terdakwa David berawal dari ditangkapnya Guiseppe Serafino (terdakwa dalam berkas terpisah). Seperti biasa, Cok Putra memaparkan, ditangkapnya Guiseppe berawal dari adanya informasi masyarakat. 

Dari situlah, lalu dilakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap Guiseppe."Kami menanyakan kepada Guiseppe, dari mana dia mendapatka hasis yang dijawab dari David Fox,"ujar saksi. Berawal dari itu, saksi menuturkan lalu mencoba memancing David dengan menggunakan HP milik Guiseppe untuk memesan hasish. 

"Saat itu David mengatakan bahwa dia masih memiliki sedikit. Dan meminta untuk bertemu di Bar On On Jalan Danau Poso, Sanur,"kata Cok Putra. Dari keterangan Guiseppe polisi lalu menangkap terdakwa David Fox. Saat ditangkap, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa hasish seberat 0,52 gram. "Lalau kami melakukan penggeledahan ditempat tinggal terdakwa. Disana kami kembali menemukan hasish seberat 10,9 gram,"ungkap saksi.

"Apakah saksi bertanya, buat apa terdakwa David menggunakan narkoba,"tanya Hakim Edward yang dijawab saksi bahwa terdakwa menggunakan narkoba untuk mengilangkan trauma karena saat masih bekerja sebagai wartawan pernah meliput perang."Terdakwa mengaku menggunakan narkoba untuk menghilangkan trauma  yang dialami saat meliput perang,"pungkas saksi. 

Atas perbuatanya itu, terdakwa olah Jaksa dijerat dengan tiga Pasal, yaitu Pasal 111 ayat (1), 115 ayat (1) dan 127 ayat (1) huruf a UU RI. No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (MG/SN)