Napi Ditemukan Gantung Diri di Kamar Mandi Sel Tahanan

Minggu, 05 Februari 2017 23:33 Hukum & Kriminal

Bagikan

Napi Ditemukan Gantung Diri di Kamar Mandi Sel Tahanan
Ilustrasi-google-semetonnews
Denpasar,Semetonnews-Rahma Prasetyo bin Tukiyo (29) seorang Napi (narapidana) di Lapas Kelas II A Denpasar ditemukan gantung diri di kamar mandi blok Karangasem, Minggu dini hari sekitar pukul 00.10 Wita. Napi yang dipenjara karena kasus pencabulan anak ini gantung diri dengan menggunakan kain hitam di plafon. 

Kelapas Kerobokan, Tonny Nainggolan yang dihunbungi wartawan membanarkan kejadian gantung diri ini. Namun, dari informasi yang didapat, Kalapas mengatakan tidak banyak mengenal korban dengan pasti. Sebab, korban dikenal sangat tertutup. "Nomer HP keluarga yang pernah diberikan saat kami mencoba meghubungi sudah tidak aktif lagi. Saat ini jenazah kami titipkan di RSUP Sanglah,"kata Kalapas. 

Sementara itu, dari data yang didapat, terpidana Rahma Prasetyo yang berprofesi sebagai buruh ini, terjerat pasal 81 (1) UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan tidak pidana pelecehan seksual. Putusan atas perbuatannya selama 8 tahun 3 bulan, sudah dijalani 1 tahun 3 bulan.

Saat kejadian, terpidana berlamat di Jalan Kartika Plaza, Gangg Pudak Sari, Banjar Anyar, Kuta, Badung. Sementara alamatnya asalnya di Banyuwangi, namun belum diketahui alamat lengkapnya. Saat kejadian, ada tiga saksi, napi lain di Blok Karangasem yakni Eka Saputra, Mardiawan, dan Anzar.

Awalnya, Eka Saputra ingin buang air kecil di kamar nomor 5, namun dia mendapati pintu kamar mandi tertutup rapat terkunci dari dalam. Eka kemudian menanyakan kepada napi lainya siapa di dalam. Oleh saksi Mardiawan di sebut su Rahma ada di dalam.
 
Saksi Eka langsung melihat di sela- sela lobang pintu kamar mandi, dilihat bagian leher korban terikat kain warna hitam putih yang terikat di terali besi jendela. Kondisinya lidah sudah menjulur keluar sedangkan kaki menyentuh lantai kamar mandi. 

Seketika itu juga Eka berteriak Rahma gantung diri, selanjutnya pintu didobrak. Eka kemudian melepaskan kain yang melilit di leher korban, setelah dilepas dengan dibantu oleh napi lainya korban dibawa keluar. Oleh teman temannya, di tempat tidur korban ditemukan surat yang ditulis dalam buku yang isinya, sangat mengharukan.
 
Isi suratnya, ‘’Buat Ibuk ku dan Bapak aku sayang kalian jangan lupa kirim doa buat aku ya buk dan bapak. Salam juga buat Weke jangan pikirin aku. Aku udah di alam yg tenang kok. Maaf jika anakmu sering berbuat salah buk dan bapak. Aku sayang kalian dari ku Rama.’’
 
‘’Buat yang tersayang lisa dan lika. Maaf jika aku belum bisa membahagiakan kamu. Aku udah berusaha semampuku untuk terbaik buat kamu. Aku emang keterlaluan buat kamu. Tapi aku ngalakuin itu karna. Aku gak mau kehilangan kamu. Maaf aku harus pergi dukuan mama sampai kapan pun aku akan slalu sayang sama kalian berdua. Sampai ketemu di alam yg beda ya mama dan anake ayah. Jangan lupa sering kirim doa ya. Ayah sayang kalian berdua I LOVE YOU. Rama Prastyo,’’
 
‘’Buat Pak Putu sama Pak De dah. Trima kasih udah membimbing Rama slama ini. Maaf kan Rama jika Rama banyak berbuat salah. skali lagi rama minta maaf smoga tuhan melimpahkan Rejeki Buat Pak Putu sama Pa adi. Maaf Rama Pergi duluan.’’ (MG/SN)