38 Pengacara KAI Diambil Sumpah di PT Denpasar

Senin, 06 Februari 2017 22:00 Budaya & Pendidikan

Bagikan

38 Pengacara KAI Diambil Sumpah di PT Denpasar
Proses pengambilan sumpah advokat KAI oleh Kepala Pengadilan Tinggi Denpasar (MG/SN)
Denpasar, Semetonnews-Setidaknya 38 advokat baru diambil sumpah oleh Kepala Pengadilan Tinggi (KPT) Denpasar, I Ketut Gede, Senin (6/2/2017).Mereka yang diambil sumpah ini adalah advokat atau pengacara yang bernaung dibawah organisasi KAI (Kongres Advokat Indonesia). 

Dalam acara pengambilan sumpah itu, selain dihadiri oleh Ketua DPD KAI Bali, Nyoman Gde Sudiantara, hadir pula Sekjen KAI Pusat, Apolos Djarabonga. Usai pengambilan sumpah oleh KPT Denpasar, Apolos mengatakan, dengan sudah diambilnya sumpah ini, beharap para advokat ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat dalam mencari keadilan. 

"Tentunya juga pengacara-pengacara yang bernaung dibawa KAI yang baru saya diambil sumpahnya bisa bekerja menjalankan profesinya secara profesional,"tegasnya.  Sementara Ketua DPD KAI Bali, Nyoman Gde Sudiantara mengatakan pelantikan dan penyumpahan advokat, merupakan amanah dalam UU Advokat. 

Dengan demikian kata dia, acara ini akan menimbulkan semangat bagi advokat baru. "Acara ini juga sebagai bukti, bahwa organisasi terbuka untuk memberikan masyarakat untuk menggeleguti profesi ini dengan aturan yang ada. Fasilitas yang diberikan organisasi sampai pelantikan adalah upaya untuk memberikan jaminan itu,"tegasnya. 
 
Dari pelantikan dan penyumpahan ini, sebagai Ketua DPD KAI Bali, dia berharap agar tiap advokat yang dilantik dan disumpah memahami dan menjiwai, serta mengimplemtasikan bunyi penyumpahan yang dilakukan KPT Denpasar. "Inti dari penyumpahan itu, pertama bertanggung jawab dengan dirinya sendiri, untuk melakukan tugas sebagai seorang advokat secara professional. Selain kepada dirinya, tanggung jawab itu juga untuk bangsa dan negara, masyarakat dan Tuhan Yang Maha Esa,"harapnya. 
 
"Jangan hanya menyandang nama advokat, namun akhirnya jadi pelacur profesi. Oleh karena itu, kode etik profesi harus menjadi acuan utama dalam menjalankan profesi ini, seperti apa yang disampaikan dalam materi penyumpahan dari KPT Denpasar,"pungkas pria yang akrab disapa Ponglik itu.(MG/SN)