Sidang Myra Lynne Williams, JPU Hadirkan 3 Saksi, Kuasa Hukum Berharap Direhabilitasi

Kamis, 09 Februari 2017 20:24 Hukum & Kriminal

Bagikan

Sidang Myra Lynne Williams, JPU Hadirkan 3 Saksi, Kuasa Hukum Berharap Direhabilitasi
Myra Lynne Williams, Terdakwa Kasus Narkoba, Rabu (8/2) (mg-sn)
Denpasar, Semetonnews - Sidang kasus Narkotika dengan terdakwa Myra Lynne Williams (28), warga negara Selandia Baru (New Zealand), Rabu (8/2) kemarin kembali dilanjutkan. Dalam sidang kemarin, ada tiga orang saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Tiga saksi yang dihadirkan membenarkan telah menemukan satu klip sabu-sabu dengan berat 0,83 gram yang dibawa terdakwa dibawa Myra Lynne Williams.


Tiga saksi yang memberikan keterangan dihadapan majelis hakim pimpin DR. Yanto itu adalah Made Arya Edi Gunawan selaku petugas bea cukai Ngurah Rai, I Made Miasa dan Made Kariyasa (keduanya petugas BNN Provinsi Bali).

"Kami mendapat informasi dari petugas Bea dan Cukai Ngurah Rai, Bali, bahwa ada warga asing membawa sabu, kemudian kita lakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap terdakwa dan menemukan satu klip sabu-sabu," kata saksi Made Miasa seorang petugas BNNP Bali.

Saat diintrogasi petugas dipintu kedatangan bandara setempat, pihaknya mengaku mendapatkan barang haram itu saat menyambangi hiburan malam di Melbourne, Australia. "Kita juga melakukan tes urine kepada terdakwa dan hasilnya positif menggunakan sabu-sabu,"ungkap saksi. 

Hal senada diungkapkan, Made Kariyasa petugas BNNP Bali mengatakan, saat digeledah dan dimintai keterangannya, terdakwa sempat memberikan keterangan berubah-ubah dan mengakui, barang haram itu merupakan miliknya. "Dari pengakuan terdakwa bahwa dirinya menggunakan sabu-sabu itu, karena depresi," katanya.

Sementara itu, saksi Made Arya Edi Gunawan selaku petugas Bea dan Cukai Ngurah Rai Bali mengatakan, penangkapan terdakwa dilakukan pada 31 Agustus 2016, Pukul 15.00 di pintu masuk antrian Imigrasi Ngurah Rai karena membawa narkotika metafentamina.

"Saya diberitahui petugas imigrasi bandara, bahwa ada penumpang yang memiliki gelagat mencurigakan," katanya. Kemudian, petugas imigrasi meminta tolong kepada bea cukai melakukan penggeledahan barang bawaan terdakwa dan petugas menemukan satu kantong berisi metafentamina.

"Saat ditanya membawa barang itu untuk apa, terdakwa sempat tidak kooperatif dengan kami," ujarnya. Kemudian, dilakukan pemeriksaan urine dan diketahui terdakwa dalam kondisi kolaps karena setelah menggunakan barang haram itu."Saat diintrogasi, keterangan terdakwa selalu berubah-ubah saat diperiksa,"pungkasnya. 

Sementara itu Kuasa Hukum terdakwa Poppy Unike, dalam mengatakan bahwa assasment dalam kasus ini sudah diperoleh dari BNN oleh Kliennya," rehabilitasi tentunya harus diperoleh myra sesuai assasment yang diberikan oleh BNN, saksi dgn masa waktu 6 bulan, "pungkasnya usai sidang. (mg-SN)