Kominda Bali Gelar Rakor Dengan Steakholder Penyelenggara Pilkada Buleleng

Senin, 13 Februari 2017 20:03 Politik

Bagikan

Kominda Bali Gelar Rakor  Dengan Steakholder Penyelenggara Pilkada Buleleng
Rakor Kominda Bali Dengan Stakeholder , Senin (13/2)(ist-SN)
Buleleng, Semetonnews - Komunitas Intelijen Daerah menggelar rapat koordinasi menjelang Pilkada Buleleng, Senin (13/02),  bertempat di salah satu rumahmakan di Singaraja rapat tersebut dihadiri oleh stake holder Pilkada Buleleng.

Pertemuan Kominda dihadiri oleh Kabinda Bali, Brigjend Pol Wayan Sunarta; Kasubdit I Dit Intelkam AKBP Ketut Suriyanto; Staf Bidang I Kesbangpol Prov. Bali Putu Agus Arjawa Tangkas; Ketua Kesbangpol Kab. Buleleng Putu Dana; Kasat Intel Polres Buleleng AKP Made Patra, S.Sos; Ketua KPU Kab. Buleleng Gede Suardana; Komisioner Panwaslih Kab. Buleleng Abu Bakar; Tim ahli Kabinda Bali Ketut Sukawati Lanang Prabawa, Korwil Binda Bali Wilayah Buleleng, Jembrana dan Karangasem Bambang Panji; Kanit I Intelkam Polres Buleleng Wayan Budiarto; Tim Pemenangan Paslon No Urut 1 Elias Ello; Tim pemenangan paslon no urut 2 Gede Jiwaksara. 



Usai pertemuan Korwil Binda Bali Wilayah Buleleng, Jembrana dan Karangasem Bambang Panji mengatakan, bahwa rapat koordinasi ini dimaksudkan untuk mengetahui kesiapan penyelengara Pilkada Buleleng dalam menggelar hajatan pilkada tanggal 15 Pebruari 2017. " kepada para tim kampanye diminta untuk dapat menerima hasil pemungutan suara,"ujarnya.  

Pasangan yang menang diharapkan tidak berefouria secara berlebihan. Sedangkan pasangan yang kalah tidak melakukan hal-hal diluar koridor hukum. 

” Supaya kedua paslon dapat menerima hasil Pilkada serta ikut melakukan pengawasan bersama instansi terkait agar Pilkada Buleleng berjalan dengan jujur dan baik. Singkatnya semua harus berjalan sesuai aturan sehingga Pilkada Buleleng berjalan dengan jujur, transparan, aman dan kondusif,”tegasnya

Korwil Binda Bali Wilayah Buleleng, Jembrana dan Karangasem Bambang Panji mengakui masih terdapat potensi kerawanan pada pilkada Buleleng. Salah satunya adalah munculnya selebaran gelap yang harus disikapi dengan bijaksana. Serta masih adanya Alat peraga kampanye, APK yang terpasang pada sejumlah tempat di buleleng.

Sebelumnya. tim ahli Kabinda Bali Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa menyampaikan antara lain berupa antisipasi Kerwanan C6 dan KTP palsu, antisipasi permasalahan di TPS. Ketika ada permasalahan segera diselesaikan di TPS oleh PPS, KPPS dan Panwas agar tidak meluas mulai tingkat Kecamatan hingga Kabupaten.

Sedangkan ketua KPUD Buleleng Gede Suardana menjelaskan kesiapan KPU Buleleng dalam menyelenggarakan Pilkada. Pembagian C6 dilaksanakan dengan batas akhir tanggal 12 Februari 2017 dan apabila C6 hilang cukup dengan membawa KTP Elektronik atau Surat keterangan.

Terkait permasalahan KTP Elektronik, KPU menurut Suardana  sudah melakukan rapat dengan Disduk Capil, dimana  Disduk capil mengeluarkan  Surat Keterangan (Suket) untuk antisipasi penyalahgunaan Suket dengan pemberian Barcode.

Potensi bencana alam yang terjadi di Buleleng sudah diantisipasi dan berkoordinasi dengan Polres Buleleng baik untuk antisipasi, pengawalan distribusi. Dari pengamatan dan koordinasi terdapat 1 TPS yakni TPS II Dajan Pangkung di Desa Galungan Kecamatan Sawan yang berpindah lokasi dari tempat awal dan lokasi pindahnya TPS tidak begitu jauh. Pemindahan dilakukan karena ada bencana longsor.(Wan-SN )