Gara-gara Hutang, Bunuh IRT Dituntut 20 Tahun Penjara

Senin, 20 Februari 2017 23:14 Hukum & Kriminal

Bagikan

Gara-gara Hutang, Bunuh IRT Dituntut 20 Tahun Penjara
Ilustrasi-google-semetonnews
Denpasar,Semetonnews- Seorang pria bernama Tono (36), akhirnya dituntut tinggi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Denpsar pada Senin (20/2/2017). Terdakwa dalam kasus pembunuhan seorang ibu rumah tangga bernama Suyani di Jalan Gunung Lebah IV No 43 E Banjar sari Buanan Tegal Harum, Denpasar barat ini dituntut dengan hukuman pidana penjara selama 20 tahun.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Made Pasek, JPU Nih Luh Putu Ari Suparmi menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan berasalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sebagamana dalam Pasal 340 KUHP.

Selain itu terdakwa juga dituntut dalam dugaan tindak pidana dengan melakukan kekerasan terhadap anak (HNU, anak korban) sebagaimana yang diatur dalam  pasal  76 c Jo Pasal 80 ayat (1) UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan UU 23 tahun 2001 tentang perlindungan anak. “Memohon kepada mejelis hakin untuk menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Tono selama 20 tahun.” Tegas Jakasa Suparmi.

Dalam dakwaan sebelumnya menyebukan bahwa kasus pembunuhan yang mejerat terdakwa bermula ketika pada tanggal 2 September 2016 terdakwa meminjam uang sebesar Rp 1.500.000 kepada suami korban yang bernama Joko Setiyarso. Berselang dua hari kemudian terdakwa kembali meminjam kepada suami korban sebesar Rp 300.000.

Meski belum sanggup membayar utang sebelumnya, terdakwa kembali mendatangi rumah korban pada tanggal 19 Sepetember 2016 untuk meminjam uang sebesar 100ribu rupiah. Namun korban (Suyani) hanya bisa memberikan uang sebesar 50ribu rupiah dan terdakwa pun menolaknya.

Lalu, keesokan harinya, terdakwa kembali mendatangin rumah korban dengan membawa sebuah pisau yang diselipkan pada pingganya. Sesampai ditempat kejadian, terjadi adu mulut anatara terdakwa dan korban. Dimana, korban meminta kepada terdakwa untuk segera mengembalikan uang yang dipinjamnya.

Kerena terus didesak, terdakwa pun marah dengan mengambil pisau yang dibawanya  dan langsung menusuk korban dibagian dada. Tak puas dengan itu, bahkan terdakwa pun menikam anak korban (HNA-red) yang ingin menolong ibunya.

Beruntung, nyawa anak korban bisa diselamatkan setelah dilarikan ke RSUP Sanglah dan mendapat perawatan medis. Sedangkan, korban dinyatakan meninggal dunia meski sempat mendapat perawatan di RS Bali Medistra.(MG/SN).