Diluar Dugaan, Jaksa Tuntut Sarah Connor 8 Tahun Penjara

Selasa, 21 Februari 2017 21:40 Hukum & Kriminal

Bagikan

Diluar Dugaan, Jaksa Tuntut Sarah Connor  8 Tahun Penjara
Sarah Connor saat berkonsultasi dengan tim kuasa hukumnya (MG/SN).
Denpasar,Semetonnews-Terdakwa kasus pembunuhan I Wayan Sudarsa, Sarah Connor (44) nampak heran saat mendengar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Denpasar menuntutnya dengan hukuman 8 tahun penjara. 

Tak hanya lamanya hukuman yang membuat sarah terkejut, tapi juga karena oleh JPU A.A.N. Jayalantara dkk., Sarah juga dinyatakan terbukti terlibat dalam kasus penganiayaan yang membuat anggota Polisi Polsek Kuta itu tewas. 

Tuntutan 8 tahun penjara ini memang diluar dugaan. Pasalnya, dari pengakuan David James Taylor (terdakwa dalam berkas terpisah dan dituntut 8 tahun) menyebut Sarah sema sekali tidak terlibat dalam kasus penganiayaan ini. Bahkan kuasa hukum Sarah sempat mengatakan bahwa dalam kasus ini, Sarah juga menjadi korban. 

Nah, dengan tuntutan 8 tahun penjara ini, tentu saja membuat Sarah seperti tidak percaya dan tidak mengerti. Beruntung tim kuasa hukumnya dibawah kendali Erwin Siregar mampu menenangkanya. Tapi, tetap saja Sarah tak bisa menutupi kekecewaanya. 

Terbukti saat meninggalkan ruang sidang, Sarah yang biasanya ramah dengan awak media, langsung pergi tanpa sepatah katapun meski diberondong sejumlah pertanyaan. Pun saat berada dalam sel tahanan PN Denpasar, Sarah hanya bisa meneteskan air mata.

Sementara dalam amar tuntutan Jaksa yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan Made Pasek menyebut Sarah terbukti bersalah bersama-sama dengan David James Taylor melakukan penganiayaan terhadap korban, Wayan Sudarsa. Perbuatan Sarah melanggar Pasal 170 ayat (2) KUHP.

Menyikapi tuntutan tersebut, Robert T Khuana, salah satu kuasa hukmnya menyebut, tuntutan 8 tahun penjara  sangat tidak masuk akal. Robert pun bertanya, tindakan pembunuhan yang mana yang dilakukan terdakwa. Saksi menyebutkan saat ditinggalkan Sarah, korban masih bergerak.

"Bahkan terdakwa David justru mengakui melakukan tindakan terakhir yang akhirnya korban dikatakan tidak lagi bergerak,"ungkap Robert usai sidang. Kata dia, keberatan itu akan dia beberkan dalam pledoi di persidangan selanjutnya. Dirinya juga menilai bahwa tuntutan jaksa hanya berdasarkan imajinasi.(MG/SN)