Pengusaha Pariwisata Tertipu oleh EO Fiktif

Rabu, 22 Februari 2017 01:44 Ekonomi Bisnis

Bagikan

Pengusaha Pariwisata Tertipu oleh EO Fiktif
Suasana Pertemuan di Kantor GIPI, Selasa (21/2) (ist-SN)
Jakarta,  Semetonnews- Terjadi tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh perusahaan fiktif atas nama Sampoerna Events.  Perusahaan yang dipimpin oleh Simon Leung, Ernawati, dan Joshua atau yang dikenal dengan Rian. Dan ketiganya tidak pernah hadir di kantor yang bertempat di Jalan Kemang Raya 1 No. 11 Jakarta Selatan.


Modus yang dilakukan adalah menyelenggarakan event bernama Asean Travel Mart (ATM) 2017 yang seharusnya berlangsung pada 22-23 Februari 2017 dengan menyebutkan lokasi di GBK-Senayan. Tanpa menyebut lokasi detailnya di mana.


Perusahaan ini tampak seolah-olah ada dan melakukan banyak hal yang dapat meyakinkan para seller. Salah satunya dengan merekrut empat orang pegawai tetap untuk mengurus sales marketing executive, office boy, dan operational manager. 


Diduga perusahaan ini dibuat khusus untuk mengelola event ATM 2017. Sebab, perusahaan tersebut baru menyewa gedung per November 2016 –November 2017. Namun dibayarkan per triwulan, yakni berakhir tepatnya pada Februari 2017.


M. Ikhsan Wahyu selaku operational manager Sampoerna Events mengaku direkrut via WhatsApp dan selama 3 bulan baru bertemu 4 kali dengan Joshua a.k.a Rian.  Sementara itu, Ikhsan hanya berkomunikasi dengan Simon melalui Chat Skype  dan dengan Ernawati melalui WhatsApp dan telepon. “Saya juga tidak berfirasat buruk awalnya, hingga pada saat Jumat (17/2) siang saya juga kesulitan menghubungi Pak Simon, Bu Erna dan Pak Joshua,” ujarnya.


Adapun industri yang tercatat sekitar 34 termasuk seller baik dari Bali, Bandung, DI Yogyakarta, Jakarta, Solo, dan Bogor. Tercatat pulaseller dari luar negeri dari Vietnam dan Malaysia.   Total kerugian yang tercatat saat ini sekitar Rp 400 Juta, dari pembayaran antara Rp 8 juta hingga Rp 21 Juta.

Direktur PT Pelayaran Wisata Maritim Indonesia yang berpusat di Bali, Meitta Purwasanti selaku korban, mengaku pihaknya sudah datang H-3 sebelum acara berlangsung. Namun, dia juga merasa kesulitan menghubungi Simon sejak Jumat (17/2) pagi. Pada waktu yang bersamaan, websitewww.sampoernaevents.com dan www.aseantravelmart.com yang selama ini digunakan sebagai media promosi tidak bisa dibuka. “Akhirnya kami para seller berkumpul dan mencari kebenaran serta solusi kita bersama,” jelas Meitta.



Pada Selasa sore (21/2) sebanyak 18 perwakilan dari sellermelaporkan kepada GIPI ( Gabungan Industri  Pariwisata Indonesia) dan diterima oleh Ketua Umum GIPI Didien Junaedy dan Waketum MICE and IT Panca R. Sarungu di kantor GIPI.

Didien Junaedy menyarankan, untuk secara bersama-sama melalui perwakilan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib, agar dapat ditindaklanjuti. Hal ini dianggap kali pertama terjadi penipuan yang tampak terorganisir dan dilakukan secara professional.

Selanjutnya Ketua Umum GIPI akan menyarankan kepada khalayak bidang pariwisata khususnya dalam menyelenggarakan event-event hendaknya melaporkan dan menginformasikan kepada organisasi GIPI.  Dengan cara meminta rekomendasi kepada organisasi GIPI dan akan dibantu untuk menginformasikan melalui website GIPI. “Sehingga event tersebut dapat terjamin keabsahan dan pelaksanaannya,” tegas Didien. (Nk-SN)