ForBali Dan Pasubayan Sambut World Ocean Summit Dengan Pekik Tolak Reklamasi Teluk Benoa

Kamis, 23 Februari 2017 15:17 Nasional

Bagikan

ForBali Dan Pasubayan Sambut World Ocean Summit Dengan Pekik Tolak Reklamasi Teluk Benoa
Wayan Gendo Suardana, Orasi Di Depan Kantor Gubenur Bali, Kamis (23/2)
Denpasar, Semetonnews - Ribuan warga Bali,  hari ini kembali melakukan aksi perlawanan, aksi longmarch dari parkir timur lapangan Renon menuju depan kantor gubenur Bali,  Kamis (23/2) siang. 



Saat ini aksi massa dari Pasubayan Desa Adat Tolak Reklamasi teluk benoa,  dan ForBali, berkumpul di depan kantor gubenur Bali. 

(Aksi Massa Di Depan Kantor Gubenur Bali) 

Aksi ForBali dan Pasubayan hari ini, menurut Wayan Gendo Suardana, bahwa world ocean summit di Nusa Dua,  mengkaji soal Kerangka kerja investasi kerja dilaut,  pengelolaan kerja dilaut,  pengelolaan sampah plastik di laut. 

Menurut Gendo,  investasi  property yang sudah beralih ke laut sudah menjadi rahasia umum,  Gendo mengkritisi,  jika bisnis yang dijalankan tentang blue dan green development di teluk benoa, bukanlah tujuan dari investor, PT TWBI sebagai pemegang ijin berencana membangun resort,  hotel, dan villa serta berbagai fasilitas lainnya. "Maka dari itu harus dikawal pertemuan tingkat dunia yang sedang membahas tentang laut, agar tidak tidak menjadi legitimasi terselubung tentanf reklamasi teluk benoa, "ujar Gendo.

Gendo pun meminta agar tidak ada Pasubayan dan ForBali, yang membully Gubenur Bali. Kita sampaikan saja fakta tentang Gubenur Bali, atas sikapnya terhadap teluk benoa. 

"Fakta bahwa empat tahun itu mendukung reklamasi itu fakta,  kita empat tahun demo kesini,  beliau tidak pernah mau menemui itu adalah fakta, "katanya

Gerakan hari ini menjadi penting,  agar dunia tau bahwa hari ini Bali menuntut agar soal reklamasi teluk benoa harus diselesaikan. 

"Sepanjang rakyat terus menolak, amdal tidak keluar, dan jika itu keluar maka  harus kita periksa,"ujar Gendo. 

Selain itu kajian ulang soal reklamasi teluk benoa, yang sempat dikabarkan, dilakukan Unud bersama bank dunia akan mengkaji ulang beberapa waktu lalu, Unud telah menolak, namun kondisinya justru tambah berat, bahwa kabar terbaru adanya hasil kajian yang telah dikeluarkan oleh Bank Dunia.(Wan-SN).