Kawanan Pembobol ATM Yang Beroperasi di Bali, Berhasil Diringkus Polisi

Jumat, 24 Februari 2017 16:22 Hukum & Kriminal

Bagikan

Kawanan Pembobol ATM Yang Beroperasi di Bali, Berhasil  Diringkus Polisi
Kapolresta Denpasar dan Kasatreskrim di Resta Rillis Hasil Tangkapan di Polresta. Jumat (24/2) (rud-SN)
Denpasar,  Semetonnews - Tiga pelaku pembobol ATM di wilayah hukum Bali, berhasil diringkus Tim Buser Satreskrim Polresta Denpasar. 



Kombes Pol. Hadi Purnomo, Kapolresta Denpasar, didepan asak media bahwa pelaku ditangkap di hotel Pullman, Kuta, Badung.

Dijelaskan, oleh Kapolresta Denpasar pelaku tidak hanya beroperasi di daerah Denpasar,  namun juga beberapa tempat lainnya di sejumlah kabupaten di Bali. 

Komplotan ini menggunakan modus baru dalam menguras isi ATM,  total kerugian disebabkan oleh pelaku kejahatan ini,  kurang lebih 321 juta rupiah.  


Dari keterangan pelaku mereka mendapatkan kartu atm yang dibelinya dari wilayah lampung dengan harga 500- 1 juta rupiah,  dan masing masing ATM yang digunakan untuk beroperasi diisi oleh pelaku dengan uang sejumlah Rp. 2.600.000,- selanjutnya kawanan ini melakukan aksinya di Bali. 

Menuru pelaku, di Bali lebih mudah karena daerah wisatawan,  mereka masuk mulai tgl 27 januari 2017 dan tertangkap 18 pebruari 2017.

"Barang bukti yang diamankan satu buah mobil avanza putih,  dan sejumlah kartu ATM, laptop,  dan uang hasil kejahatan yang tersisa 45 juta rupiah."jelas Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo. Jumat (24/2).

Kapolresta Denpasar yang didampingi oleh Kasatreskrim Komisaris Polisi Reinhard Habonoran, mengiyakan jika pelaku ini baru melakukan aksinya di Bali.

"Untuk rangkaian TKP lain masih kita dalami,"ujar Kasarteskrim. 

Menurut Kapolresta bahwa modus baru yang digunakan pelaku, dengan cara dua orang secara bersamaan masuk ke dalam satu ruangan ATM, mereka menggunakan kawat untuk menahan mesin, dan ditekan exit toll, dari  pengakuan sementara kepada polisi pelaku belajar di nusa kambangan," mereka lebih canggih dengan belajar di Nusa Kambangan,  "kata Kapolresta.  

Kasatreskrim Kompol Reinhard menjelaskan bahwa ketiganya, R,  K, AW warga asal lampung, dijerat dengan pasal 363 kuhp pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (WN-SN)