Ratusan Nasabah Asuransi di Jembrana Resah‎

Jumat, 18 Maret 2016 20:16 Peristiwa

Bagikan

Ratusan Nasabah Asuransi di Jembrana Resah‎
google/Semetonnews
Jembrana, Semetonnews-Setelah diputuskan tidak pailit menyusul pencabutan izin Asuransi Bumi Asih Jaya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Asuransi tanggal 18 Oktober 2013 lalu, ratusan nasabah asurasi yang berkantor di jalan Ahmad yani, Negara tersebut di Jembrana kembali resah.

Pasalnya janji pihak asuransi tersebut untuk membayar klaim paling lambat akhir tahun 2015, ternyata tidak terbukti hingga saat ini. Meskipun ratusan nasabah telah menyerahkan polis asli yang sudah jatuh tempo sejak kantor asuransi tersebut dibuka kembali.

"Saya sudah menyerahkan polis asuransi yang asli karena sudah jatuh tempo setahun lalu tapi hingga kini saya belum menerima pembayarannya,” ujar Ni Luh Sariati, salah seorang nasabah asal kota Negara, Jumat (18/3).‎

Merasa cemas dengan janji-janji yang tak kunjung ditepati, beberapa kali dia berusaha mendatangi kantor asuransi tersebut, namun selalu tutup.

Dia dan nasabah lainnya meminta ketegasan agar pihak asuransi segera mengumumkan secara terbuka kepada nasabah apakah mereka bisa membayarkan klaim atau tidak agar nasabah tidak resah.

Ia mengatakan, selain tidak dilakukan pembayaran terhadap kalaim yang  sudah jatuh tempo, banyak juga saham yang harus mendapat pembayaran  tahapan. Namun hingga saat ini tidak pernah dilakukan pembayaran.

Untuk itu, ia mengharapkan ada kejujuran dari pengelola asuransi untuk mengatakan yang sebenarnya kepada para nasabah.

Untuk diketahui, ratusan nasabah kesulitan memperjuangkan haknya karena kantor semula terletak di Kota Negara sejak beberapa hari ini ditutup tanpa kabar.

Semula saat asuransi tersebut dicabut izin operasionalnya, pengelola langsung memindahkan kantor dari Jl. Ngurah Rai, Dauhwaru ke Jl. Udayana, Banjar Tengah tanpa pemberitahuan.

Setelah para nasabah berhasil menemukan kantor di alamt yang baru, petugas asuransi menjanjikan bantuan keringanan administrasi agar nasabah bisa menjual atau menarik polisinya (surrender).

Petugas kemudian memberikan beberapa kelengkapan administrasi agar dipenuhi nasabah. Namun beberapa hari setelah persyaratan dipenuhi dan nasabah hendak menyetor persyaratan tersebut, kantor di Jl. Udayana, ternyata sudah ditutup.

Pimpinan Asuransi Bumi Asih Jaya Bali dan Nusa Tenggara, Petrus Pase Sare yang dikonfirmasi terpisah mengakui kantor di Jl. Udayana sudah ditutup. Ini karena masa kontrak sudah berakhir dan pemilik bangunan enggan memperpanjang kontrak tersebut.

"Kami masih mencari tempat yang bisa dikontrak agar segera bisa buka untuk melayani nasabah di Jembrana,” kilahnya.‎

Penulis : Dewa Putu Darmada ‎
Editor : Paksi Jalantaka ‎