Dokter Bersaksi Sebut Terdakwa Alami Gangguan Kejiwaan

Jumat, 24 Februari 2017 18:04 Hukum & Kriminal

Bagikan

Dokter Bersaksi Sebut Terdakwa Alami Gangguan Kejiwaan
Terdakwa David Fox Matthew (baju putih)
Denpasar,Semetonnews-Warga Negara (WN) Inggris, David Fox Matthew (55) yang terlibat kasus narkoba, nampaknya tidak mau lama-lama mendekam dalam penjara. Berbagai upaya dilakukan pria pensiunan wartawan itu, termasuk menghadirkan saksi meringankan. 

Saksi meringankan yang dihadirkan adalah seorang dokter. Dia adalah dr. Artawan. Diketahui, Artawan adalah dokter yang bertegus di LP Kerobokan, Denpasar. Saat memberikan kesaksian, Kamis (23/2) kemarin dihadapan majelis hakim pimpinan Erwin Djong mengatakan, sejak terdakwa menjadi penghuni Lapas, saksi sudah memeriksa sebanyak tiga kali.

Hasil pemeriksaan, ternyata terdakwa menggunkan hasish sejak 30 tahun lalu. Dan hasil wawancara dengan terdakwa, diketahui bahwa terdakwa menggunakan hasish untuk menghilangkan trauma saat meliput perang."Selain menggunakan hasis, terdakwa juga mengkonsumsi alkohol,"terang Artawan. 

Selain itu, kata saksi dalam pemeriksaan juga menunjukan adanya gangguan mental dan gangguan prilaku terhadap terdakwa."Selama dalam LP, terdakwa kan tidak menggunakan lagi, apa reaksinya,"tanya Hakim Erwin yang dijawab saksi bahwa memang ada perubahan, tapi hanya sedikit."Terdakwa masih merasa sudah tidur dan setiap 2 jam sekali terbangun,"jawab Atawan.
 
Usai mendengar keterangan saksi dokter, majelis hakim langsung memutuskan melakukan pemeriksaan terdakwa."Terdakwa mendapat hasish dari mana,"tanya Hakim yang dijawab terdakwa mebeli dari seorang bule di On On Bar, Sanur. Terdakwa juga menerangkan, saat ditangkap tanggal 8 Oktober 2016 sekitar jam 4 sore, dia mengaku tidak tahu kenapa ditangkap.

"Tapi setelah dijelaskan, saya mengerti. Saya ditangkap karena memiliki narkotika, saat itu juga saya langsung mengelurkan (hasish dan menaruh diatas meja,"kata terdakwa malalui penterjemahnya. Terdakwa juga mengatakan, saat ditangkap, dia menyebut masih menyimpan hasis ditempat tinggalnya."Lalu saya dengan polisi menuju tempat tinggal saya dan menyerahkan hasis itu,"aku terdakwa. 

Sama halnya dengan keterangan dokter Artawan, terdakwa mengaku menggubakan hasis untuk mengurangi trauma saat masih bertugas meliput perang diberbagai negara."Perang dimana saja yang pernah terdakwa liput,"tanya Hakim yang dijawab terdakwa, di Irak, Ceko, Afganistan dan Somalia.(MG/SN)