Kuasa Hukum Sarah Sebut Tuntutan Jaksa Hanya Untuk Memuaskan Pimpinan

Selasa, 28 Februari 2017 21:29 Hukum & Kriminal

Bagikan

Kuasa Hukum Sarah Sebut Tuntutan Jaksa Hanya Untuk Memuaskan Pimpinan
Tim kuasa hukum Sarah Connor - Erwin Siregar, Robert Khuana, dan Ketut Ngastawa (MG/SN)
Denpasar,Semetonnews-Tim kuasa hukum Sarah Connor, terdakwa kasus pembunuhan Wayan Sudarsa, Selasa (28/2/2017) mengajukan pembelaan atas tuntutan 8 tahun penjara yang dijatuhkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Denpasar.  Pada awal pembelaanya, tim kuasa hukum Sarah yang terdiri dari Robert Khuana , Erwin Siregar dan Ketut Ngastawa menyatakan, tuntutan 8 tahun Jaksa terhadap Sarah sangat berani dan terlalu hebat. 

Dianggap terlalu hebat dan sangat benari karenan dalam menjatuhkan tuntutan, yang meyebut terdakwa bersama-sama dengan David James Taylor (terdakwa dalam berkas terpisah) terbukti bersama-sama melakukan penganiayayan yang menyebabkan orang lain kehilangan nyawa, telah mengabaikan fakta-fakta yang terungkap selama persidangan. 

Selain itu, dalam pembelaanya, tim kuasa hukum Sarah juga mengkritisi dakawaan jaksa. Dimana  uraian antara dakwaan kedua dan ketiga tidak ada bedanya. "Padalan pasal yang diterapkan dalam dakwaan kedua dan ketiga tidak sama. Karena itu kami bertanya apakah Jaksa tidak mehami adanya unsur yang berbeda dalam penerapan pasal,"terang tim kuasa hukum Sarah dalam pledoinya yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan Made Pasek.

Dalam pembelaanya, tim kuasa hukum Sarah menyebut, tuntutan Jaksa yang hanya berdasarkan petunjuk, tanpa melihat fakta yang terjadi dalam persidangan adalah tuntutan yang imajiner alias imajinasi atau mungkin hanya untuk memuaskan atasnya."Tuntutan jaksa hanya berdasarkan pendapat, tapi bukan berdasarkan fakta persidangan. Jika hal ini terjadi sangat berbahaya,"tegas Erwin Siregar. 

Dalam pembelaanya, tim kuasa hukum menyebut, fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, baik itu keterangan saksi maupun alat bukti dan barang bukti yang ditemukan, tidak ada satupun yang menyebut bahwa terdakwa Sarah turut serta dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan Wayan Sudarsa, anggota polisi Polsek Kuta itu tewas."Bahkan Sarah manjadi korban, karena digigit oleh korban ditangan kanan dan kaki kirinya,"sebut Erwin Siregar. 

Fakta perisidangan lainya, yaitu keterangan David James Taylor yang menyebut, Sarah dalam kasus ini sama sekali tidak terlibat. Bahkan saat terjadi perkelahian antara David dan korban, sarah datang untuk melerai."Saat itu David mengatakan kepada Sarah bahwa ini (perkelahaiannya dengan korban) bukan perkara besar, sehingga Sarah meninggalkan keduanya untuk mencari tasnya yang hilang,"sebut Robert Khuana yang melanjutkan mambaca pembelaan. 

Sementara keterangan salah satu saksi yang menyebut melihat baju bagian depan terdakwa Sarah ada noda darah, itu diakuinya sebagai darah David."Jadi darah yang menempel dibaju terdakwa adalah darah David yang terluka (salah satu kuku jarinya terlepas). Darah itu menempel dibaju terdakwa karena mereka sempat berpelukan,"sebut Robert Khuana. Selain itu, kata tim kuasa hukum Sarah, saat sarah meninggalkan korban, korban masih dalam keadaan bernafas."Artinya, sangat jelas bahwa Sarah tidak terlibat dalan kasus ini,"jelasnya. 

Diakhir pembelaanya, tim kuasa hukum terdakwa Sarah menyebut, dari fakta persidangan yang terungkap, terdakwa Sarah sama sekali tidak terbukti bersalah, baik itu dalam dakwaan kesatu, kedua maupun ketiga. Sarah tidak terbukti melakukan pebuatan sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 338 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP dan Pasal 351 ayat (3) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1. Oleh karena itu, tim kuasa hukum terdakwa memohon kepada majelis hakim untuk membebaskan terdakwa dari semua dakwaan Jaksa, merehabilitasi dan memulihkan harkat serta martabat terdakwa Sarah. (MG/SN)