Disidang, Penganiaya Ibu Jaksa Terancam 5 Tahun Penjara

Rabu, 01 Maret 2017 20:16 Hukum & Kriminal

Bagikan

Disidang, Penganiaya Ibu Jaksa Terancam 5 Tahun Penjara
Ilustrasi-google-semetonnews
Denpasar,Semetonnews-Pengadilan Negeri (PN) Gianyar akhirnya mengelar sidang perdana kasus penganiayaan Ni Ketut Gulung, ibu kandung dari seorang Jaksa di Kejati Bali, dengan terdakwa Putu Eka Putra (34), Rabu (1/3/2017). Sidang masih dengan agenda pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) A.A Alit Rai Suatika. 

Dihadapan majelis hakim pimpinan Ayu Sri Ardiyanti, Jaksa Alit Suastika menjerat terdakwa dengan dua pasal berlapis, yaitu Pasal 351 ayat (2) dan Pasal 406 ayat (1) KUHP. Sementara dalam dakwaan terungkap bahwa pada hari rabu tanggal 9 November 2016 sekitar pukul 22.30 wita, terdakwa dengan membawa sebuah rotan berukuran 100 meter mendatangi rumah korban yang beralamat Banjar Selat, Desa Buahan Kaja, Panyangan, Gianyar. 

Sesampai di rumah korban, tanpa alasan yang jelas terdakwa langsung memukul kaca jendala rumah mengunakan rotan hingga pecah. Tak cukup dengan itu, korban kemudian menghampiri kamar tidur korban dan langsung menarik rambut korban kemudian menyeretnya keluar dari kamar sampai Merajan yang ada di rumah itu. 

Meski korban sudah tidak berdaya, terdakwa kembali menyeret dengan tetap memengang rambut korban sampai di depan pintu ruangan tamu. Akibatnya, korban mengalami luka lecet dihampir sebagian tubuh  hingga mengalami patah tulang iga sebalah kiri sebanyak 3 ruas.

Beruntung, saat itu ada dua orang saksi yaitu, I Wayan Gede Berlin dan I Made Dipa Umbara yang melihat kejadian itu dan langsung melepas tangan terdakwa yang masih menjabak rambut korban.Bahwa akibat pebuatan terdakwa, korban yang sudah renta itu mengalami luka-luka dan patah tulang iga sehingga korban harus dirawat di RSUP Sanglah selama 5 hari.

"Korban sampai hari ini tidak bisa menjalani pekerjaar sehari-hari sebagaimana biasanya," Ungkap JPU. Akibat perbuatan terdakwa, jaksa menjerat dengan dua pasal berlapis sehingga terdakwa pun teracam  diatur dan diacam 5 tahun penjara.(MG/SN)