Ajukan Replik, Jaksa Sebut Pengakuan Sara Connor Kontradiktif

Kamis, 02 Maret 2017 22:20 Hukum & Kriminal

Bagikan

Ajukan Replik, Jaksa Sebut Pengakuan Sara Connor Kontradiktif
Terdakwa Sara Conoor (MG/SN)
Denpasar,Semetonnews-Jika Sara Connor, terdakwa kasus pembunuhan Wayan Sudarsa dalam pembelaanya ngotot mengatakan tidak bersalah, beda halnya dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadek Wahyudi. Dalam repliknya, yang dibacakan di muka sidang, Kamis (2/3/2017) jaksa langsung menanggapi pledoi terdakwa yang menyebut dalam menuntut, jaksa terlalu banyak menggunakan alat bukti petunjuk. 

Selain itu, Jaksa juga menanggapi anggapan tim kuasa hukum terdakwa menyebut, Jaksa dalam menguraikan 15 butir alat bukti pentunjuk tidak memperhatikan fakta persidangan, tapi malah berilusi dengan pendapatnya sendiri. Jaksa menyebut, sesuai dengan ketentuan Pasal 184 KUHAP, petunjuk merupakan salah satu alat bukti yang sah. 

Dikatakan pula, bahwa alat bukti petunjuk yang diajukan oleh tim JPU dalam perkara Sara Connor diperoleh dari keterangan saksi dan keterangan terdakwa yang menurut JPU sudah saling bersesuaian."Dengan demikian keberatan tim kuasa hukum terdakwa mengenai terlalu banyak alat bukti petunjuk yang digunakan oleh JPU tidaklah benar,"sebut Kadek Wahyudi dihadapan majelis hakim pimpinan Made Pasek.

Jaksa juga menanggapi soal pledoi terdakwa yang menyebut bahwa, alat bukti petunjuk hanya boleh dipergunakan oleh majelis hakim dalam memutus suatu perkara. Mengenai ini jaksa berpendepat bahwa, dalam KUHAP sama sekali tidak melarang Jaksa untuk mengajukan alat bukti petunjuk. Sementara mengenai 15 butir alat bukti pentunjuk yang dianggap Jaksa tidak memperhatikan fakta persidangan, tapi malah berilusi dengan pendapatnya sendiri, Jaksa dalam repliknya enggan menanggapi secara spesifik karena sudah terurai dalam surat tuntutan.

Sementara menanggapi soal pembelaan yang disampaikan tim kuasa hukum terdakwa yang menyebut Jaksa teralu berani menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 8 tahun tanpa memperdulikan fakta persidangan, Jaksa mengatakan sangat keberatan. Karena sebaliknya, Jaksa sangat berhati-hati dalam mengajukan tuntutan terhadap Sara Connor. Yang paling menarik dalam replik Jaksa ketika menanggapi pembelaan yang diajukan terdakwa Sara Conoor. Jaksa mengatakan, dimana dalam bagian akhir pembelaan yang diajukan secara pribadi oleh Sara Connor menyebut, terdakwa menyesali perbuatanya, tapi tidak ada yang menyebabkan mati. 

Pengakuan itu, menurut Jaksa menyiratkan, pengakuan Sara Connor ada perbuatan yang terdakwa lakukan terhadap korban, I Wayan Sudarsa namun perbuatan yang dilakukan terdakwa tersebut tidak menyebabkan korban I Wayan Sudarsa meninggal dunia. Dengan demikian, kepada majelis hakim, JPU memohon agar menolak semua pembelaan yang diajukan oleh terdakwa. Pada akhir repliknya, JPU menyatakan tetap pada tuntutanya yang memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 8 tahun.(MG/SN)