Simpan Hasis, Mentan Wartawan Perang Hanya Dituntut Setahun

Kamis, 02 Maret 2017 22:30 Hukum & Kriminal

Bagikan

Simpan Hasis, Mentan Wartawan Perang Hanya Dituntut Setahun
David Fox Matthew (kiri) saat mendengarkan tuntutan Jaksa (MG/SN)
Denpasar,Semetonnews -Dewi Fortuna nampaknya masih berpihak pada Warga Negara (WN) Inggris, David Fox Matthew (55) yang terlibat kasus narkoba. Bagaimana tidak, dia yang tertangkap basah, memiliki dan menyimpan narkotika jenis hasis seberat 0,52 gram dan 10,9 gram hanya dituntut 1 tahun penjara. Hal ini terungkap dalam sidang yang digeler di PN Denpasar, Kamis (2/3/2017). 

Dihadapan majelis hakim pimpinan Erwin Djong, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tri Syahru Wira Kosadha dalam surat tuntutanya menyatakan terdakwa terbukti bersalah tanpa hak sebagai penyalahguna narkoba untuk dirinya sendiri. Perbuatan terdakwa sebagai tertuang dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI. No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika."Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun,"kata Jaksa Kejari Denpasar itu.

Atas tuntutan itu, terdakwa yang didampingi Penasehat hukum, Haposan Sihombing dkk., langsung mengajukan pembelaan secara lisan. Tak kecuali terdakwa Daivid juga mengajukan pembelaan. David dimuka sidang menyampaikan permintaan maafnya kepada Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Bali. Dia juga mengatakan sangat ironis, sebagai mantan wartawan perang, tapi ditangkap di Indoesia yang saat ini sedang gencar-gencarnya perang melawan Narkoba. 

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam pengakuanya dimuka sidang, terdakwa mendapat hasis  dengan membeli dari seorang bule di On On Bar, Sanur. Terdakwa juga menerangkan, saat ditangkap tanggal 8 Oktober 2016 sekitar jam 4 sore, dia mengaku tidak tahu kenapa ditangkap.

"Tapi setelah dijelaskan, saya mengerti. Saya ditangkap karena memiliki narkotika, saat itu juga saya langsung mengelurkan (hasish dan menaruh diatas meja,"kata terdakwa malalui penterjemahnya. Terdakwa juga mengatakan, saat ditangkap, dia menyebut masih menyimpan hasis ditempat tinggalnya."Lalu saya dengan polisi menuju tempat tinggal saya dan menyerahkan hasis itu,"aku terdakwa. 

Sama halnya dengan keterangan dokter Artawan, terdakwa mengaku menggubakan hasis untuk mengurangi trauma saat masih bertugas meliput perang diberbagai negara."Perang dimana saja yang pernah terdakwa liput,"tanya Hakim yang dijawab terdakwa, di Irak, Ceko, Afganistan dan Somalia.(MG/SN)