Sindiran Halus Bule Australia Untuk Kebersihan & Kelestarian Pulau Nusa Penida

Sabtu, 04 Maret 2017 09:32 Wisata

Bagikan

Sindiran Halus Bule Australia Untuk Kebersihan & Kelestarian Pulau Nusa Penida
Penida Colada, Ped NusaPenida (ws-SN)


Nusa Penida,  Semetonnews - Harapan akan pariwisata yang ramah lingkungan serta berkelanjutan, tentunya menjadi prioritas,  masa depan lingkungan pun ada ditangan kita semua penghuninya,  tak terkecuali dengan Nusa Penida. 

Di salah satu sudut pulau yang indah ini,  Wayan Sukadana, mencoba menceritakan hasil dadi nyatwa (bincang) dengan salah satu pemilik cafe, tentang kelestarian alam. 

Kemarin sore 3/5/2017 kami diskusi bersama Pemilik Penida Colada I Wayan Surianta dan Istrinya di Barnya di kawasan Ped, Nusa Penida. Ikut pula I Nyoman Karya pemilik Villa Kulkul.

Menurut Surianta dirinya membuat Bar di Pantau Ped bermula dari over kontrak dari Bibinya yang tidak bisa melanjutkan sewa kontrak. 

Akhirnya ia bersama sang istri yang berasal dari Australia yang kini menetap di Nusa Penida memberanikan diri melanjutkan kontrak bibinya dengan biaya seadanya. 

"Walaupun dengan modal minim saya membuat  Penida Colada. Yang kami bangun adalah image Penida Colada yang nyaman untuk tamu disini."

"Merasakan menunya yang khas dan suasana yang kekeluargaan adalah cara kami menjaga kualitas. Selanjutnya dengan pelayanan seperti itu tamu itu akan mengabarkan ke temannya yang lain."

'Syukur Penida Colada sekarang cukup ramai, kita memiliki 6 karyawan disini. Terkait pengembangan kami belum berpikir kearah sana, karena kami takut kualitas pelayanan kami menurun kalau dikembangkan", tutur Surianta beralasan.

Istri Aryanta menambahkan bahwa mereka tidak berpengalaman di industri, mereka mengatakan bagaiamana caranya agar bisa membuat tamu nyaman disini.

"Kami tidak punya pengalaman industri untuk mengembangkan Penida Colada lebih besar. Kami melayani tamu dengan service sebaik mungkin dan ikut melestarikan lingkungan Nusa Penida. Itu saja". 

"Bahkan pipet untuk minuman tamu kami pakai bambu agar tidak membuang sampah plastik. Karena itu didikan orang tua kami di Australia sejak kecil dan itu adalah keharusan".

"Karena kalau saya ikut membuang sampah plastik di Pulau Nusa Penida saya tidak punya hak complain ketika pulau ini rusak. Apalagi anak dan keluarga saya menetap disini", ungkap Istri I Wayan Surianta.

Komang Karya yang menyimak obrolan menimpali bahwa kebersihan lingkungan sangat penting demi kelangsungan kelestarian Nusa Penida. 

"Kesadaran atas kebersihan lingkungan harus dikampanyekan terus menerus. Ini mulai ada hasil, namun harus terus di kampanyekan terus menerus kepada siswa, remaja dan masyarakat", katanya (Wayan Sukadana-SN)