King Salman Effect

Sabtu, 04 Maret 2017 15:43 Kolom Opini

Bagikan

King Salman Effect
Pertemuan Raja Salman Dengan Tokoh Lintas Agama, (setneg-SN)
Kunjungan Raja Arab Saudi Salman Bin Abdul Aziz Al Saud di Indonesia secara langsung atau tidak, telah membantu kita menekan suburnya praktik dan paham radikalisme berjubah agama di Indonesia.

Pesan perdamaiannya mengenai pentingnya menjaga hubungan harmonis antar umat beragama manapun ibarat meminum segelas air ditengah dahaga yang hebat. 

Ya, saat ini arus gejala 'sesat pikir' telah mengeringkan banyak mata air perdamaian. Keangkuhan manusia modern menggerus banyak nilai keutamaan kehidupan. 

Manusia jaman kita cenderung hanya ingin didengar bukan mendengar, mendadak pandai menafsir tanpa mendalami filsafatnya,  semakin mudah terhasut dan dibebek dungukan.

Tak bisa dipungkiri dalam kesembrawutan isi kepala sebagian orang yang cara berpikirnya cendrung paradoks dan politis, kehadiran atau ketidakhadiran Raja Salman tidak memiliki makna apapun. Ini sangat ironi. 

Padahal upaya untuk menyuburkan paradigma bela negara dan perdamaian dunia, hanya bisa tercapai lewat jalan dialog. Kehadiran Raja Arab Saudi adalah praktik nyata dialog kehidupan.

Saatnya untuk terus berjuang membuka diri dan cakrawala berpikir ditengah perbedaan, dunia terus berubah dan kita butuh cara cara baru yang lebih luwes dan berdaya ubah. 

Tantangan akan terus ada, namun hanya kaum visionaris sejati saja yang mampu menyeimbangkan untuk selanjutnya memenangkan pertarungan egoisme manusia modern abad ini. 

Dialog kehidupan mudah-mudahan menjadi virus yang tersebar luas, mengepidemi semua orang. Damailah Indonesiaku, Damailah Bumi Manusiaku

Valerian Libert Wangge