Peredaran Narkoba Di Denpasar Masih Tinggi, Lima Tersangka Diringkus Polisi

Minggu, 05 Maret 2017 11:49 Hukum & Kriminal

Bagikan

Peredaran Narkoba Di Denpasar Masih Tinggi, Lima Tersangka Diringkus Polisi
Lima Orang Diduga Pelaku Tindak Pidana Narkoba (ist-SN)
Denpasar,  Semetonnews - Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar kembali mengamankan 5 orang tersangka,  pengedar dan pemakai sabu sabu.  

Peredaran sabu yang diungkap Polresta Denpasar ini dari informasi masyarakat, dari data kepolisian yang dirillis kepada media, 5 tersangka ini terdiri dari berbagai profesi, mahasiswa, sopir. 

Tersangka DGA yang mengaku hanya sebagai pengguna adalah mahasiswa salah satu PTS di Kota Denpasar, laki laki, berumur 19 tahun, beralamat di Jl. Maluku III, Pekambingan, Denpasar Barat, Penangkapan dilakukan pada hari Rabu tanggal 1 maret 2017 jam 23.30 wita di TKP Jl. Maluku II. 
Namun dari hasil penyidikan,  DGA ternyata mengedarkan barang haram tersebut, tsk DGA menerangkan mendapat sabu dari PD yang tidak diketahui alamatnya, dibeli seharga Rp. 1.000.000,- untuk dua paket sabu, ia membeli sabu dengan menggunakan sarana media sosial LINE, setelah sepakat harga,  biasanya PD langsung membawakan Sabu ke kost tsk DGA, ia mengaku sudah dua kali membeli di PD dengan cara yg sama, DGA yang merupakan mahasiswa jurusan hukum semester dua mengakui menjual sabu hanya untuk penghasilan tambahan, ia aktif sebagai pengguna sejak sejak setahun yang lalu, saat perayaan lulus sekolah SMA, dan terakhir menggunakan beberapa jam sebelum tertangkap. Dari tangan DGA Polisi menyita barang bukti 2 paket sabu.


Sedangkan tersangka lain adalah BS, perempuan umur 19 thn yang tinggal di Gelogor Carik, Denpasar Selatan. Ia mengaku kepada petugas bahwa ia menjual narkoba karena untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.

TSK BS ditangkap setelah sebelumnya anggota Satreskoba Polresta Drnpasar, menangkap MT yang menerangkan mendapat sabu dari BS, selanjutnya petugas mengarah ke tempat kost BS, selanjutnya pada hari jumat tanggal 3 february 2017 jam 00.40 wita, tsk BS diamankan di jalan juwet sari, gang wisma galang, gelogor carik denpasar selatan, setelah dilakukan pengeledahan kamar, di temukan dua paket sabu di dalam kotak bedak warna putih milik tsk BS.  Dari pengakuannya tsk BS menerangkan bahwa dua paket tsb didapat dari pacarnya yg bernama DA yang sedang berada di Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur, tsk BS menerangkan sudah 3 bulan tinggal satu kost bersama DA, dan BS mengaku mengerti dan mengetahui bahwa DA jualan sabu, BS menerangkan hanya membantu pacarnya jualan sabu, BS menerangkan uang transaksi sabu digunakan utk kebutuhan hidup sehari-hari,untuk satu paket kecil dijual seharga Rp.500.000,- dan paket yg lebih besar di jual seharga Rp. 900.000,-,  BS sendiri mengaku hasil penjualan sabu di gunakan untuk biaya hidup berdua bersama. BS akui menggunakan sabu pertama kali sebelum ditinggal DA ke jawa pada hari rabu dan itu karena dipaksa oleh DA, perempuan tamatan SMA ini mengaku belum pernah di hukum.

Tersangka lain yang turut diamankan adalah 3 orang laki laki, Lk (32), berprofesi sebagai sopir cargo di Denpasar, laki laki ini tinggal di Jl. Mahendradata gang I, Denpasar Barat, waktu kejadian pada kamis tanggal 2 maret 2017 jam 23.30 wita, dengan TKP: Jl. Mahendradata, denpasar barat, Polisi mengamankan satu paket sabu.

Setelah LK ditangkap, polisi melakukan penyelidikan dengan mengembangkan ke arah DA,  setelah dilakukan pemesanan sebesar satu paket sabu seharga 900 ribu, dan bersepakat transaksi di salah satu warung, yang datang kr TKP bukan DA melainkan MU yang mengantarkan barang ke LK, MU yang telah kenal dengan LK mengaku mendapatkan barang haram dari DA via telpon dan mengambil barang di Kost BS pacar DA, ia mengaku baru sebulan lalu menggunakan sabu,  dan terakhir kali sebelum ditangkap.  

Dari tangan MAT,  polisi mengamankan dua paket Sabu,MAT yang tinggal di Kesiman ini ditangkap oleh Petugas dari informasi masyarakat. 

Dari penyelidikan MAT mengaku beki barang seharga 1,6 juta seberat satu gram,  dan dipecah sendiri dengan ukuran lebih kecil untuk selanjutnya dijual perpaket 500 ribu rupiah. MAT menerangkan sudah beberapa kali membeli dari AR yang keberadaannya tidak diketahui, MAT menggunakan sabu sejak setahun lalu dan terakhir menggunakan sehari sebelum di tangkap, MAT menerangkan belum pernah di hukum. 

Sementara itu, Kasatreskoba Polresta Denpasar,  Kompol I Gede Ganefo, menyatakan bahwa untuk para tersangka sementara dijerat dengan pasal 112 , 114 , UU No 35 ttg Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,  dan Denda 8 milliar. "tersangka lain masih kita kejar dan kasusnya dikembangkan,"ujar Ganefo. Minggu (5/3). (Wan-SN).