Wahana Tani Mandiri dan Massipag Filipina, Lakukan Pembelajaran dan Sharing Info

Rabu, 08 Maret 2017 20:58 Budaya & Pendidikan

Bagikan

Wahana Tani Mandiri dan Massipag Filipina,  Lakukan Pembelajaran dan Sharing Info
Kegiatan Wahana Tani Mandiri danMassipag Filipina, Rabu (8/3)(SN)
Sikka,  Semetonews - Wahana Tani Mandiri (WTM) dan Massipag Filipina dalam kerja sama dengan Misereor Jerman menyelenggarakan kegiatan Workshop People Led Development In Nusa Tenggara Timur – Indonesia. Dalam kegiatan ini peserta semuanya dari (5) lembaga di NTT, mereka adalah mitra Misereor, diantaranya Yayasan Tana Nua (YTN) Flores, Yayasan Tana Nua (YTN) Timor, Yayasan Komodo Indonesia Lestari (Yakines) Manggarai Barat, Yayasan Pengembangan Kemanusian (YPK) Donders Sumba Barat Daya dan Wahana Tani Mandiri (WTM).

Kegiatan ini dibuka oleh Elisabeth Crusazada (Konsultan Misreor-Filipina). Peserta kegiatan Workshop, sebanyak 30 orang utusan dari setiap lembaga mitra yang hadir.

Kegiatan ini dilakukan di Pusat Sekolah Lapangan (Puskolap) Jiro-Jaro, Tana Li, Desa Bhera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka. 

Elisabeth selaku wakil Misereor (Konsultan Misereor) , mengapresiasi WTM yang bersedia menjadi tuan rumah dari kegiatan ini. Selain itu, Bess, panggilan akrabnya,  juga mengajak seluruh peserta agar selama 4 hari (6-9 Maret) melakukan pertukaran informasi lapangan tentang kegiatan yang diemban selama ini dan itu akan menjadi pembelajaran menarik untuk dilakukan perbaikan untuk berbagai aktifitas ke depan. 


Kegiatan ini dihadiri oleh Inge Lempp (Konsultan Misereor untuk wilayah Indonesia Timur) dan yang hadir dari Masipag Filipina diantaranya, Elisabeth Crusada (Konsultan Misereor Filipina), Cris Penerio (Koordinator Nasional Masipag), Clarisa Yesha Ramos (Koordinator Program PPG), Trangguliano Piladobot (Dewan Tani Massipag). 

Sedangkan,  Carolus Winfridus Keupung (Direktur WTM) mengucapkan terima kasih kepada Misereor yang mempercayakan WTM sebagai penyelenggara kegiatan ini. Win, panggilan akrab Aktivis Tani ini, "Terima kasih juga kepada Masipag yang berkenan ke Indonesia untuk bersama-sama menyelenggarakan kegiatan dimaksud. Kami berharap dengan penyelenggarakan kegiatan ini, WTM akan semakin membenahi diri menjadi lebih yang akuntable dan transparan bagi publik dan kemudian berdampak positif kepada kader yang sedang dipercaya sebagai agen perubahan di kampung masing-masing,"pungkasnya.

Ada beberapa tujuan dari kegiatan ini diantarany sharing , give and take informasi,  antara mitra misereor, selanjutnya penemuan nilai dan strategi yang hendak dikembangkan mitra. Kemudian, membangun solidaritas antar lembaga dan wilayah dalam mewujudkan people led development sebagai substansi program yang perlu dicapai. Tujuan akhirnya adalah membuat momentum ini untuk mempererat persaudaraan di antara lembaga mitra misereror.

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan perkenalan dan presentasi awal soal profil aktifitas dari setiap lembaga yang sedang bekerja sama dengan Misereor.  Ada berbagai aktifitas dan isu yang dibicarakan di sana, namun hampir semua difokuskan pada tataran pengelolaan pertanian berkelanjutan dengan berbagai problemnya. Hari kedua, para peserta dibagi menjadi tiga (3) kelompok untuk melakukan kunjungan lapangan yakni di desa Bhera (kelompok Tani Lowo Lo’o. Di kelompok ini para peserta belajar tentang penelitian kawin silang dan pengelolaan pertanian berkelanjutan dan Sinar Tani Detugau belajar tentang Usaha Bersama Simpan Pijam dalam kelompok Tani. Sedangkan di desa Dobo Nuapu’u para peserta belajar tentang perkebunan kakao dan bagaimana tentang mengadvokasi pemerintah desa agar kemudian berpihak pada kepentingan petani. 

Sedangkan pada hari ketiga, para kader tani Wahana Tani Mandiri juga menghadiri acara tersebut untuk mensharingkan pengalaman mereka dalam mengadvokasi kebijakan di tingkat desa dan teknis pertanian di kelompok-kelompok tani dampingan WTM yang tersebar di kecamatan Mego, Tanawawo dan Magepanda. Pada acara ini, para kader tani WTM penuh semangat dalam mempresentasikan apa yang telah dibuatnya di desa. Kendatipun demikian masih banyak kisah gagal yang harus diperbaiki dalam program-program ke depan agar cita-cita people led development (rakyat adalah pemimpin pembangunan terwujud) di wilayah yang sedang didampingi WTM. (SN)