Obat Habis, Terdakwa Hilang Ingatan

Jumat, 10 Maret 2017 08:53 Hukum & Kriminal

Bagikan

Obat Habis, Terdakwa Hilang Ingatan
Terdakwa Muhammad Faliq bin Nurdin (tengah) saat mendengarkan keterangan saksi.(SN)
Denpasar, Semetonnews-Sidang kasus narkotika dengan terdakwa Muhammad Faliq Bin Nurdin, kembali dilanjutkan. Sidang masih dengan agenda pemeriksaan saksi. Ada dua orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wayan Mendra. Dua saksi itu adalah klian adat dan pacalang dari lingkungan termpat terdakwa tinggal, yaitu di Vila Nelayan, Canggu.

Namun tidak banyak yang didapat dari keterangan kedua saksi itu. Sebab kedua saksi mengaku sama sekali tidak tahu apa yang dilakukan terdakwa selama menginap di vila Nelayan tersebut."Saksi bilang tidak pernah tahu karena tidak pernah masuk dalam vila,"tegas Andre Rahmat, kuasa hukum terdakwa. Namun, kata Andre ada yang menarik dari persidangan kemarin.

Dimana saat Majelis Hakim pimpinan Gede Ginarsa bertanya kepada terdakwa terkait apa yang dialami, seperti kenapa terdakwa bisa menjadi terdakwa, terdakwa menjawab tidak ingat alias lupa. Hal ini, menut Andre Ramad karena obat untuk meredam penyakit bipolar yang diderita terdakwa sudah habis sejak dua hari lalu."Kalau obatnya habis, ditanya apapun terdakwa tidak akan bisa mengingat dan menjawab dengan baik,"jelas pengacara asal Subaya itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa asal Singapura ini mengalami sakit yang disebut bipolar. Menurut Andre, sakit yang diederita terdakwa ini mengakibatkan terdakwa sulit mengingat kejadian yang sudah dialami."Jadi sesuai dengan keterangan dokter yang kami miliki, terdakwa ini ketergantungan obat. Kalau tidak minum obat, dia (terdakwa) akan lupa dengan peristiwa yang dialami,"jelas Andre.

Seperti diberitakan pula, terdakwa ditangkap polisi setelah mengambil dua bua paket yang dikirim dari Belanda yang ditujukan kepada seseorang yang bernama Kuboroom yang beralamat di Jalan Danau Buyan, Denpasar. Dari keterangan saksi yang pernah diperiksa, terdakwa bisa mengambil barang milik orang Kuboroom karena berbekal surat kuasa dan paspor milik Kuboroom.(MG/SN)