Selundupkan Benih Lobster, Tiga Wanita Muda Terancam 6 Tahun Penjara

Senin, 13 Maret 2017 20:54 Hukum & Kriminal

Bagikan

Selundupkan Benih Lobster, Tiga Wanita Muda Terancam 6 Tahun Penjara
Tiga terdakwa penyelundup benih lobster (MG/SN)
Denpasar, Semetonnews-Tiga wanita muda masing-masing Dasini binti Dulgani, Siti Khotijah binti Muchidi dan Idriyantri yang ketangkap basah mencoba membawa baby lobster atau benih lobster keluar negeri, akhirnya didudukan di kurssi pesakitan PN Denpasar, Senin (13/3). Sidang masuk pada agenda pemeriksaan saksi. Ada empat orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nyoman Bela Putra Atmaja dan Cok Intan Merlanie Dewie. 

Dari empat orang saksi itu, salah satunya adalah yang menangkap ketiga terdakwa. Dihadapan majelis hakim pimpinan Agus Waluyo, saksi menyebut, jika dilhat dari cap yang tertera dalam paspor milik terdakwa, maka para terdakwa sudah berkali-kali melakukan perjalanan keluar negeri. Dan ini, patut diduga bahwa terdakwa sudah sering membawa benih lobster terebut tanpa terditeksi oleh petugas. 

Tapi pengakuan itu langsung dibantah oleh ketika terdakwa. Terdakwa Indriyantri mengakui sering keluar negeri, tapi hanya untuk jalan-jalan. "Saya sering keluar negeri, tapi membawa benih lobster baru sekali dan langsung tertangkap,"katanya dimuka sidang. Sama halnya dengan terdakwa Siti Khotijah. Wanita muda ini mengaku baru pertama kali mencoba membawa benih lobster."Saya sering keluar negeri karena saya bekerja sebagai TKW,"kata Siti Khotijah.

Sementara itu sebagaimana tertuang dalam dakwaan jaksa, ketiga terdakwa dijerat dengan Pasal 88 Jo Pasal 16 ayat (1) UU RI. Nomer 31 tahun 2004 tentang perikanan Jo UU RI No. 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 2004 tentang perikanan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dalam dakwaan kesatu, Pasal 31 ayat (1) Jo Pasal 7 UU RI No. 16 tahun 1992 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP dalam dakwaan kedua dan Pasal 31 ayat (1) Jo Pasal 9 UU RI No. 16 tahun 1992 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. 

Dalam dakwaan dijelaskan pula bahwa, ketiga terdakwa dalam kurun watu dari Desember 2016 sampai tahun 2017 bertempat di Bandara Ngurah Rai melakukan tindak pidana, mencoba membawa benih lobster dari Indonesia ke luar negeri. Dalam dakwaan terungkap, ketiga terdakwa memiliki peran yang berbeda. Awalnya Dasini menghubungi Siti Khotijah serta mengajak Indriyantri untuk berbisnis benih lobster dengan membawa dari Indonesia ke Singapura. 

Singkat cerita, baik Siti Khotijah maupun Indriyanti bersedia menjalankan bisnis ini."Setiap berhasil membawa sampai ke Singapur, Dasini memberi upah kepada Siti Khotijah dan Indriyanti sebesar Rp 2 juta. Namun setelah berhasil membawa benih lobster tanpa izin, Pada tanggal 3 Februari Dasini berhasil diamankan oleh petugas di terminal keberangkatan Bandara Ngurah Rai. Tidak lama kemudian petugas juga berhasil mengamankan kedua terdakwa lainya. Dari tangan ketiga terdakwa berhasil diamankan ribuan benih lobster. Atas perbuatan ini, ketiga terdakwa terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.(MG/SN)