Divonis 4 Tahun Penjara Sara Langsung Ngambek

Senin, 13 Maret 2017 22:51 Hukum & Kriminal

Bagikan

Divonis 4 Tahun Penjara Sara Langsung Ngambek
Sara Connor hanya bisa tertunduk lesu saat mendengar vonis hakim (MG/SN)
Denpasar,Semetonnews-Sara Connor, salah satu terdakwa kasus penganiayaan yang menyebabkan anggota Polisi bernama I Wayan Sudarsa meninggal dunia sepertinya tidak terima divonis 4 tahun penjara oleh majelis hakim pimpinan Made Pasek pada sidang, Senin (13/3/2017). Padahal vonis 4 tahun penjara ini setengah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

Namun tetap saja membuat Sara ngambek dan langsung meninggalkan sidang usai Hakim Made Pasek mengetok palu tanda sidang ditutup. Tim kuasa hukum terdakwa yang dikomandani Robert T Khuana pun nampak tidak percaya dengan vonis hakim."Seharusnya bebas,"kata Erwin Siregar, salah satu kuasa hukum Sara yang ditemui usai sidang. 

Meski begitu, baik Sara maupun kuasa hukumnya belum juga mengambil sikap tegas atas putusan hakim ini. Tapi, Erwin Siregar mengatakan, sebagai kuasa hukumnya, dia mengatakan banding."Kalau kami sih akan banding, tapi kan semua tergantung Sara,"katanya. Pikir-pikir juga menjadi sikap Jaksa dalam menyikapi putusan hakim ini. 

Dalam sidang, Hakim dalam amar putusnya menyatakan terdakwa Sara Connor terbukti bersama-sama dengan kekasihnya David James Taylor (divonis 6 tahun penjara) melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban, I Wayan Sudarsa meninggal dunia. Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP. 

Dalam amar putusan disebut pula, terdakwa Sara ikut membantu terdakwa David saat sedang bergumul dengan korban. Ini sesuai dengan keterangan saksi Suryana yang mengatakan, melihat terdakwa Sara menduduki korban sambil merangkul leher korban. Tindakan Sara ini dinilai mejelis hakim sebagai tindakan membantu David yang sedang bergumul dengan korban. 

Selain itu, alasan Sara memotong kantur indentitas korban karena khawtir ditemukan orang lain dan digunakan untuk kepentingan yang tidak baik, dianggap majelis hakim alasan yang tidak masuk akal. Majelis menilai, terdakwa Sara menggunting indentitas koban karena takut jika dikemudian hari timbul masalah hukum. (MG/SN)