Divonis Setengah dari Tuntutan, Jaksa Ajukan Banding

Senin, 20 Maret 2017 13:29 Hukum & Kriminal

Bagikan

Divonis Setengah dari Tuntutan, Jaksa Ajukan Banding
Terdakwa Sara Conoor (MG/SN)
Denpasar,Semetonnes-Sidang kasus penganiayaan yang menyebabkan seorang anggota Polisi, I Wayan Suarda tewas dengan terdakwa Sara Connor nampaknya masih belum berakhir. Pasalnya, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Denpasar akhirnya mengajukan upaya hukum banding atas vonis empat tahun yang dijatuhkan majelis hakim pimpinan Dr. Yanto. 

Hal ini seperti dituturkan A.A.N Jayalantara, salah satu jaksa yang menyidangkan terdakwa Sara."Benar, kami mengajukan banding, pernyataan banding sudah kami sampaikan, Jumat (17/3) lalu ke PN Denpasar"kata jaksa Kejari Denpasar itu. Ditanya soal alasan mengajukan banding, Jayalantara mengatakan karena adanya perbedaan yang cukup jauh (setengah) antara tuntutan dengan vonis.

"Kami ajukan banding karena vonisnya cukup jauh dengan tuntutan yang kami ajukan,"tegas Jayalantara. Seperti diketahui, sebelumnya jaksa menuntut terdakwa Sara dengan pidana penjara salam 8 tahun. Tapi majelis hakim pimpinan Dr. Yanto tidak sependapat dengan tuntutan itu dan menjatuhkan vonis setengah dari tuntutan jaksa.

Sementara terdakwa Sara, melalui mantan kuasa hukumnya, Erwin Siregar mengatakan tidak mengajukan banding alias tetap menerima putusan Hakim."Tadi kami temui sekitar pukul 11.00 Wita, Sara masih tidak mau banding,"tegas pengacara asal Medan itu. Dikatakan Erwin, dalam pertemuan singkat di LP Kerobokan itu, pihkanya banyak menjelaskan soal konsekwensi bila Sara menerima putusan hakim atau mengajukan banding.  

"Tapi Sara tetap tidak mau banding,"tegar Erwin. Namun demikian, Erwin belum berani memastika apakah Sara menerima vonis hakim atau banding.  Alasanya, masih ada waktu hingga pukul 17.00 Wita untuk bersikap."Saya tidak bisa menjamin, siapa tahu nanti Sara pakai pengacara baru dan menyatakan banding,"pungkasnya.(MG/SN)