Dituntut 3,5 Tahun, Penganiaya Ibu Kandung Jaksa Nangis

Selasa, 21 Maret 2017 16:09 Hukum & Kriminal

Bagikan

Dituntut 3,5 Tahun, Penganiaya Ibu Kandung Jaksa Nangis
Putu Eka Putra (SN)
Denpasar, Semetonnews-Putu Eka Putra (34) yang menjadi terdakwa dalam kasus penganiayaan terhadap Ni Ketut Gulung, Ibu kandung Jaksa Kejati Bali, Ketut Sujaya dan sekaligus merusak rumah korban, sepertinya harus berpikir dua kali untuk melakukan hal yang sama. Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Alit Suastika dihadapan majelis hakim PN Gianyar pimpinan Ayu Sri Ardiyanti menyatakan terdakwa terbukti bersalah dan menuntut hukuman tiga tahun dan enam bulan (3,5 tahun) penjara. 

Dalam amar tuntutanya yang dibacakan dimuka sidang, Selasa (21/3/2017), Jaksa menyatakan terdakwa Eka Putra terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan yang menyebakan korban, Ni Ketut Gulung mengalami luka berat serta pengerusakan terhadap rumah korban. Perbuatan terdakwa dianggap telah memenuhi unsur yang terkandung dalam Pasal 351 ayat (2) KUHP dan 406 ayat (1) KUHP.

"Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan,"tegas Jaksa Agung Alit dalam amar tuntutanya. Mendengar tuntutan itu, terdakwa yang dari awal hanya menduduk saja terlihat meneteskan air mata. Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim memutuskan menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda putusan. 

Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian yang menimpa korban terjadi pada hari rabu tanggal 9 November 2016 sekitar pukul 22.30 wita, terdakwa dengan membawa sebuah rotan berukuran 100 meter mendatangi rumah korban yang beralamat Banjar Selat, Desa Buahan Kaja, Panyangan, Gianyar. 

Tanpa alasan yang jelas terdakwa langsung memukul kaca jendala rumah mengunakan rotan hingga pecah. Tak cukup dengan itu, korban kemudian menghampiri kamar tidur korban dan langsung menarik rambut korban kemudian menyeretnya keluar dari kamar. Akibatnya, korban mengalami luka lecet dihampir sebagian tubuh  hingga mengalami patah tulang iga sebalah kiri sebanyak 3 ruas.

Beruntung, saat itu ada dua orang saksi yaitu, I Wayan Gede Berlin dan I Made Dipa Umbara yang melihat kejadian itu dan langsung melepas tangan terdakwa yang masih menjabak rambut korban.Bahwa akibat pebuatan terdakwa, korban yang sudah renta itu mengalami luka-luka dan patah tulang iga sehingga korban harus dirawat di RSUP Sanglah selama 5 hari.(MG/SN)