Gilaran Terdakwa Hadirkan Saksi Meringankan

Selasa, 21 Maret 2017 22:15 Hukum & Kriminal

Bagikan

Gilaran Terdakwa Hadirkan Saksi Meringankan
Terdakwa Muhammad Faliq bin Nurdin (kiri)
Denpasar,Semetonnews- Untuk membuktikan bahwa Muhammad Faliq Bin Nurdin yang menjadi terdakwa dalam kasus Narkotika benar-benar mengalami gangguan kejiwaan bipolar, tiga orang saksi meringankan dihadirkan oleh Andre Rahmad, selaku kuasa hukum pria asal Singapura itu. Tak tanggung-tanggung, mantan istri terdakwa, Sarag yang warga negara Spanyol dihadirkan untuk didengar keterangan. 

Dari tiga orang saksi itu, yang menarik adalah keterangan mantan istri terdakwa. Dihadapan majelis hakim pimpinan Gede Ginarsa, Sarah mengatakan menggugat cerai terdakwa karena tidak kuat hidup dengan terdakwa yang menderita bipolar."Kadang dia (terdakwa) mengamuk, memukuli saya dan memcahkan semua barang-barang. Tapi setelah melakukan semua itu dia lupa, tak jarang menuduh orang lain yang melakukanya,"tegas saksi Sarah dimuka sidang. 

Saksi Sarah baru mengetahui terdakwa mengidap bipolar setelah diberitahu temanya. Saat itu juga, Sarah mengaku membawa terdakwa ke RS Maount Elizabeth dan ditangani oleh dr. Paulin."Saat itu dokter mengatakan bahwa dia (terdakwa) kemungkinan mengidap bipolar sejak lahir,"jelas Saksi.

Sementara saksi selajutnya adalah Dr. Ida Ayu Kusuma Wardani (Kepala instalasi wing amerta RSUP Sanglah). Dihadapan majelis hakim saksi menuturkan, terdakwa diperiksa berdasarkan dirujukan dari dr. Joice, doker RS Siloam. Dikatakan pula, saat dikakukan pemeriksaan tahap awal, pihaknya belum bisa mengetahui apa penyakit yang didertita terdakwa. Setelah itu, kata saksi pihaknya meminta medical record dari Singapura. Tidak lama kemudian, diterima medical record yang dikim oleh dr. Paulin dari RS Maount Elizabeth, Singapura. 

"Berbekal medical record itu kami lakukan tes dan hasilnya terdakwa mengalami bipolar anemik, seperti emosi yang meledak-ledak, dan memiliki kepribadian ganda,"sebut saksi. Sementara saksi yang ketiga adalag dr. Anak Agung Hartawan. Dihadapan majelis hakim, saksi menuturkan, selama terdakwa ditahan di Lapas Kerobokan, terdakwa selau menyendiri. Bahkan dari pengamatanya, terdakwa sering berhalusinasi.(MG/SN)