Coba Edarkan Ganja 19 Kilo, Ronny Terancam 20 Tahun Penjara

Jumat, 31 Maret 2017 11:43 Hukum & Kriminal

Bagikan

Coba Edarkan Ganja 19 Kilo, Ronny Terancam 20 Tahun Penjara
Ronny Martuaman Purba alias Maratuaman (MG/SN)
Denpasar,Semetonnews-Ronny Martuaman Purba alias Maratuaman (25), terdakwa kepemilikan ganja dengan berat 19.899,03 gram brutto menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pada Kamis (30/3). Disidang yang mengagendakan pembacaan dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eddy Arta Wijaya menyatakan terdakwa menguasai narkotika golongan I dalam bentuk tanaman dengan berat 19.899,03 gram brutto yang siap diedarkan.

Terdakwa ditangkap oleh BNN provinsi Bali  pada tanggal 19 Desember 2016 di kamar kostnya yang beralamat di Sahadewa Gang IV No 1, Legian, Kuta, Badung pada tanggal 19 Desember 2016 lalu. Dalam dakwaan jaksa menyebutkan, pada bulan April 2016 terdakwa Purba menerima kiriman paket dari Udin (DPO) melalui jasa kiriman JNE.

Terdakwa kemudian menghubungi Udin via telpon untuk memberi informasi bahwa barang kiriman sudah tiba dan mengeluarkan bau yang sangat menyengat. Lalu terdakwa diberitahu kalau kiriman itu berisi tanaman kering ganja. "Atas jasanya ini terdakwa  mendapat upah sebesar Rp 300.000 serta satu potong kain Ulos," ungkap Jaksa dihadapan mejelis hakim pimpinan IGM Atmaja

Lalu, pada 14 Desember 2016 terdakwa kembali dihubungi Udin via telpon untuk memberitahukan akan kembali mengirim paket ganja ke alamatnya. "Pada tanggal 18 Desember 2016 Udin kembali menelpon untuk meminta terdakwa agar standby ditempat kost karena paket ganjanya datang pada hari senin, selasa atau hari rabu," beber Jaksa dari Kejati Bali ini


Beruntung, perbuatan terdakwa berhasil diendus oleh pihak yang berwajib setelah mendapat informasi dari BNN Provinsi Sumatera Utara terkait adanya pengiriman ganja ke Bali dari Bandara Kualanamu Medan melalui jasa ekspedisi PT JNE dengan pengirim atas nama Blink dan penerima atas nama Muartama dengan jalan Sahadewa Gang IV No 1, Legian, Kuta, Badung.

Menindaklanjuti informasi itu pihak BNN Provinsi Bali kemudian menerjunkan beberapa anggota untuk melakukan penyelidikan. "Terdakwa langsung diamankan setelah petugas JNE menyerahkan paket barang dan terdakwa menanda tangani resi dan lembar Delivery Run Sheet No.DPS/DRI/00953579," katanya

Alhasil, saat paket barang yang dibungkus dengan karung plastik warna putih itu dibuka. Anggota mendapatkan 17 buah lembar kain Ulos dan 2 buah karung plastik warna putih yang didalam berisi bungkusan kertas kado. Setelah lapisan kerta kado itu dibuka terdapat 25 bungkusan berisi tanaman kering ganja dengan total berat 19.899,3 gram brutto.

Dari introgasi awal, terdakwa secara terus terasng mengatakan bahwa barang terlarang tersebut dikirim oleh Udin. Pihak BNN kemudian meminta kepada terdakwa untuk menghubungi Udin kalau barangnya sudah diterima. Nah, setelah itu orang suruhan Udin bernama  Gery Yudianto (terdakwa dalam berkas terpisah) mendatangi kost terdakwa.

"Kemudian Terdakwa dan Gery Yudianto dibawa ke kantor BNN provinsi Bali guna diproses lebih lanjut," katanya. Atas perbuatannya ini terdakwa didakwa oleh JPU dengan dua pasal alternatif yakni Pasal 114 ayat (2)  dan Pasal 111 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika sehingga terancama hukuman 20 tahu penjara.(MG/SN)